Keramahan Harbin

2018-07-02 09:04:22

Setelah di Beijing disuguhi sajian sangat serius, teknologi tingkat tinggi - teknologi yang menjawab pertanyaan tentang masa kini dan masa depan- , di Harbin sajiannya lebih lembut .

Namun kelembutan Harbin pun memiliki makna yang tak bisa dianggap enteng. Karena justru, menurut saya, merupakan solusi lain soal pertanyaan masa kini dan masa depan. Yaitu, sebuah warisan lokal yang ditinggalkan oleh nenek moyang semua manusia di bumi, yaitu soal kepedulian terhadap alam dan sesama.

Potret jejak warisan itulah yang saya lihat tampak jelas di Harbin. Sebut saja di Kabupaten Tonghe, soal pola tanamnya, misanya. Daerah yang terkenal dengan industri berasnya ini menerapkan pola tanam

organik. Di antaranya memggunakan hewan bebek dan kepiting untuk memberantas gulma atau rumput yang tak diinginkan tumbuh di sawahnya.

Pola tanam organik juga diterapkan dalam pemeliharaan kebun hazelnut-nya yang terkenal. Pupuk dari kotoran hewan menjadi sumber mutrisi pada setiap tanamannya.

Hal menarik lain di Kabupaten Tonghe ini adalah budaya kepedulian pada kesehatannya. Ini terwujud dalam banyaknya komunitas peduli kesehatan di sini. Mereka secara reguler melakukan aktivitas yang mendukung kesehatan ini. Salah satu contohnya adalah aktivitas yang terpotret di sebuah lapangan di kitaran Sungai Tonghe. Pada lapangan-lapangan tersebut, Anda akan melihat beberapa komunitas melakukan senam dengan gerakan tertentu yang bisa mendukung kesehatan para pesertanya yang dibalut seragam menarik. Menurut Bupati Tonghe Cao Deyau aktivitas ini akan lebih ramai di malam hari pada musim panas seperti ini. Dan kegiatan ini juga tetap berlangsung meski musim dingin, meski jumlahnya lebih sedikit.

Menariknya, para grup tersebut selalu menampilkan performa terbaiknya. “Setiap tahun ada semacam kompetisi, yang terbaik mendapat hadiah seperti sertifikat, piala juga dana untuk mendukung kegiatannya, “ ujar Bupati Deyau. Tak hanya itu, pemerintah pun, seperti juga kabupaten lain di negeri Tiongkok, ini kini menyediakan fasilitas -semacam universitas tanpa gelar- pada para lansia untuk belajar apa yang diminatinya. Misalnya membuat kerajinan, musik dan hobi lainnya.

Desa Huashu juga menjadi potret lain soal pola hidup sehat dan kepedulian pada sesama. Pemerintah desanya, misalnya menyediakan sebuah tempat, di mana masyarakatnya bisa melakukan kegiatan untuk komunitasnya, sekaligus memeriksakan kesehatannya. Mereka juga rajin membersihkan desanya, paling tidak setiap rumah bertanggung jawab terhadap kebersihan halaman di depannya.

Harbin memang bukan hanya Tonghe dan Huashu, sepertinya warisan leluhur juga menyebar ke seluruh tanah di kawasan Tiongkok ini. Alunan musik yang dimainkan para lanjut usia saat meninggalkan lokasi makan malam di pusat kota Heilong Jinag tadi malam, pun menjadi penutup yang manis usai menikmati makan dengan tuan rumah serta araknya yang luar biasa.


Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok