Tiongkok Luncurkan Buku Putih Terkait WTO

2018-06-29 12:20:50

Dewan Negara Tiongkok kemarin (28/6) meluncurkan buku putih “Tiongkok dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)”. Untuk pertama kali Tiongkok meluncurkan buku putih berkenaan dengan masalah tersebut. Buku putih menunjukkan, sejak bergabung dengan WTO, Tiongkok menjalankan sepenuhnya komitmen pada saat bergabung dengan WTO, secara besar-besaran membuka pasar. Buku putih menegaskan, kebijakan keterbukaan Tiongkok tak akan menghentikan pelaksanaan komitmennya ketika bergabung dengan WTO, dengan tegas memperluas keterbukaan, terus menciptakan konfigurasi keterbukaan yang lebih sempurna, mendalam dan keragaman.

Buku putih “Tiongkok dan WTO” terbagi dari empat bagian, masing-masing adalah pelaksanaan komitmen ketika bergabung dengan WTO, Tiongkok dengan tegas mendukung sistem perdagangan multilateral, sumbangan penting Tiongkok kepada dunia setelah bergabung dengan WTO, Tiongkok dengan aktif mendorong keterbukaan yang berlevel lebih tinggi.

Buku putih menunjukkan, sejak bergabung dengan WTO pada tahun 2001, Tiongkok mengintensifkan penyambungan dengan peraturan perdagangan multilateral, menjalankan komitmen keterbukaan barang dan jasa. Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen dalam jumpa pers kemarin menyatakan, di bidang perdagangan barang, jauh pada tahun 2010 Tiongkok sudah selesai menjalankan komitmen atas penurunan tarif, volume total tarif menurun dari 15,3% pada tahun 2001 sampai pada 9,8%. Selanjutnya, Tiongkok berulang kali secara besar-besaran menurunkan tingkat tarif masuk. Di bidang perdagangan jasa, terhitung sampai tahun 2007, komitmen keterbukaan Tiongkok sudah selesai diterapkan, 100 sektor jasa sudah terbuka sesuai dengan komitmen.

Wang Shouwen menyatakan, Tiongkok berupaya menjalankan komitmennya dan kewajibannya di bidang HaKI dan transparansi. Tiongkok berupaya keras untuk menjalankan semua komitmen dalam peraturan penggabungan Tiongkok dengan WTO, hasilnya memuaskan dan mendapat penilaian tinggi dari pihak berwenang.

Wang Shouwen menyatakan, mulai dari tahun 2020, tingkat sumbangan Tiongkok kepada pertumbuhan ekonomi dunia rata-rata mendekati 30%, menjadi motor utama untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi dunia, khususnya selama terjadinya krisis moneter internasional, Tiongkok berupaya menjaga nilai RMB di hadapan tekanan dan kesulitan berat, memainkan peranan penting sebagai alat stabilitas dan sumber tenaga penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Bahkan pada tahun 2009, perdagangan global mengalami dampak negatif krisis moneter, impor barang Tiongkok hanya menurun 11,2% saja dibandingkan dengan masa sama tahun sebelumnya, jauh lebih rendah dari pada impor total global yang menurun sampai 24%.

Selama 17 tahun sejak bergabung dengan WTO, kehidupan rakyat Tiongkok terus meningkat, ekonomi mengalami perkembangan cepat, sementara mempercepat perpaduan kepentingan ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dengan berbagai negara. Wang Shouwen menyatakan, Tiongkok telah memberikan perlakuan bebas tarif atas 97% kategori tarif kepada negara-negara yang paling tidak maju yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Tiongkok, sementara Tiongkok menjadi pasar ekspor yang terbesar bagi negara-negara yang paling tidak maju, menempati 20% dari pada ekspor negara-negara yang paling tidak maju.

Buku putih menunjukkan pula, sejak bergabung dengan WTO, Tiongkok selalu dengan tegas mendukung sistem perdagangan multilateral, berpartisipasi dalam berbagai pekerjaan WTO, berupaya agar WTO lebih menaruh perhatian terhadap anggota-anggota berkembang, menentang unilateral dan proteksionisme, memelihara kewibawaan dan keefektifan sistem perdagangan multilateral.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok