Harian Renminribao Simpulkan Hasil dan Pengalaman Diplomasi Negara Besar Yang Berciri Khas Tiongkok

2018-06-26 11:35:15

Harian Renminribao hari Selasa (26/6) memuat komentar mengenai hasil dan pengalaman yang dapat disimpulkan dari pelaksanaan diplomasi negara besar yang berciri khas Tiongkok.

Komentar tersebut mengatakan, sosialisme yang berkarakteristik Tiongkok sudah memasuki era baru. Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang dipimpin oleh Xi Jinping memimpin Tiongkok menempuh jalan diplomatik negara besar yang berkarakteristik diri sendiri. Di era yang baru ini, diplomasi Tiongkok telah menunjukkan nuansa dan citra yang baru dan membuka situasi yang baru. Hasilnya sangat menginspirasi dan pengalamannya sangat berharga. Penyimpulannya adalah sebagai berikut:

Pertama, diplomasi Tiongkok pada era baru dilakukan dengan mengutamakan dua konfigurasi , yakni konfigurasi dalam negeri dan konfigurasi luar negeri. Hubungan Tiongkok dengan dunia pada zaman sekarang telah mengalami perubahan historis, di mana hubungannya menjadi semakin erat. Sekjen Komite Sentral PKT, Xi Jinping masing-masing menyampaikan pidato di Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) dan Makas Besar PBB di Jenewa pada 2017. Xi Jinping dalam pidatonya menganjurkan pelaksanaan globalisasi ekonomi dan pembentukan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, menghubungkan Impian Tiongkok dengan Impian Dunia, dan memberikan jawabannya atau solusinya mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi umat manusia pada zaman sekarang.

Kedua, melaksanakan diplomasi dengan berlandaskan pada kepercayaan diri dan keyakinan diri secara strategis. Pada era yang baru, hubungan Tiongkok dengan luar negeri telah mencapai hasil bersejarah karena Tiongkok selalu mempertahankan pimpinan PKT dan menempuh jalan sosialisme yang berkarakteristik Tiongkok.

Ketiga, terus memperbarui teori diplomasi dan praktek secara inovatif. Tiongkok memprakarsai pembentuk komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, menganjurkan pembinaan hubungan antar negara tipe baru, mengajukan nilai moral dan profit yang tepat, visi keamanan Asia serta visi pemerintahan ekonomi global. Teori-teori tersebut telah mendapat pengakuan yang luas dan tanggapan positif masyarakat internasional.

Keempat, mengimplementasi diplomasi Tiongkok secara strategis dan global. Tiongkok aktif melaksanakan diplomasi yang menyeluruh, membentuk jaringan hubungan kemitraan di seluruh dunia, sehingga diplomasi Tiongkok tercakup di daerah penting, negara penting, mekanisme penting dan bidang yang penting.

Kelima, diplomasi Tiongkok selalu mengutamakan pembelaan kepentingan intisari nasional. Diplomasi Tiongkok bertugas menjaga pimpinan PKT dan keamanan sistem sosialis Tiongkok, dengan tegas menentang dan membendung kegiatan separatis “Taiwan Merdeka”, dengan tegas mengantisipasi dan memukul infiltrasi, aksi subversif dan sabotase yang dilakukan kekuatan anti Tiongkok, dengan tegas membela kedaulatan dan keutuhan wilayah.

Keenam, diplomasi Tiongkok mempertahankan prinsip kerja sama dan target menang bersama serta prinsip keseimbangan antara keadilan dan kepentingan. Tiongkok menganjurkan kerja sama dan menang bersama, tidak melakukan zero sum game. Tiongkok memprakarsai Satu Sabuk Satu Jalan, dan telah menciptakan situasi baru kerja sama Tiongkok dengan dunia. Tiongkok menyediakan bantuan dalam batas kemampuannya, dan telah memperlihatkan citra Tiongkok sebagai negara yang mengutamakan kredibilitas dan persahabatan.

Ketujuh, diplomasi Tiongkok berpegang teguh pada prinsip saling menghormati dan saling mempertimbangkan keprihatinan masing-masing pihak. Tiongkok menganjurkan semua negara saling menghormati dan saling memperlakukan secara sama derajat, menentang negara besar atau negara yang kuat menggencet negara kecil dan lemah. Tiongkok berpendapat, kerja sama harus dilakukan di atas dasar saling menghormati dan saling mempertimbangkan keprihatinan serius pihak lain. Tiongkok tidak menimbulkan perkara, tapi juga tidak takut menghadapi perkara, negara mana pun jangan berilusi bahwa kepentingan Tiongkok bisa dirugikan secara sewenang-wenangnya.

Kedelapan, Tiongkok mengimplementasi diplomasi dengan berlandaskan pada pemikiran bottom line dan kesadaran risiko. Di tengah situasi internasional terdapat banyak unsur yang tidak pasti dan sulit diantisipasi. Kini Tiongkok tengah berada di periode penting dalam proses perkembangan. Untuk itu, kami tidak akan melakukan hal-hal yang melampaui batas kemampuannya, tidak berbuat kesalahan yang bersifat subversif.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok