Pakar Luar Negeri Nilai Tinggi Pidato Xi Jinping Dalam Rapat Kerja Urusan Luar Negeri

2018-06-25 12:07:42

Rapat kerja urusan luar negeri Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) diadakan di Beijing pada tanggal 22-23 bulan Juni. Sekretaris Jenderal Komite Sentral PKT Xi Jinping selaku presiden dan ketua komisi militer pusat dalam pidatonya menegaskan, pekerjaan untuk urusan luar negeri harus mempertahankan pikiran diplomatik sosialisme yang berkepribadian Tiongkok sebagai bimbingan, mengkoordinasikan situasi dalam negeri dan situasi internasional, menguasai erat garis utama pengabdian kebangkitan bangsa dan kemajuan umat manusia, mendorong pembangunan komunitas senasib manusia, mempertahankan kepentingan kedaulatan, keamanan dan pembangunan negara, aktif berpartisipasi dan berdominasi dalam reformasi sistem pembenahan global, membentuk dan menyempurnakan jaringan kemitraan global, berupaya menciptakan situasi baru diplomasi negara besar yang berkepribadian Tiongkok.

Para pakar dan sarjana luar negeri berpendapat, pidato Xi Jinping menegaskan kebijakan luar negeri Tiongkok, mereka yakin bahwa Tiongkok akan memelihara perdamaian kawasan dan dunia melalui aksi praktis, mendorong kemakmuran dan perkembangan dunia, berpartisipasi dan berdominasi dalam reformasi sistem pembenahan global, merealisasi target besar pembangunan komunitas senasib manusia.

Pakar Prancis untuk masalah internasional selaku sponsor Forum Eropa-Tiongkok, David Gosset menyatakan, sejak dahulu kala Tiongkok mempunyai cita-cita keharmonisan sejagat, gagasan pembangunan komunitas senasib manusia merupakan penjelasan kembali atas “keharmonisan besar” pada abad ke-21, sejalan dengan perkembangan terus, gagasan pembangunan komunitas senasib manusia yang penuh kecerdasan Tiongkok pasti membawa pengaruh yang lebih mendalam kepada dunia.

Tokoh kalangan moneter senior AS Ahmad mengatakan, proposal “satu sabuk satu jalan” merupakan salah satu proposal perkembangan yang “penuh bersifat reformasi” di dunia sekarang, kalau proposal itu dapat dilanjutkan terus, maka berbagai negara sepanjang jalan akan mengalami perubahan positif di bidang-bidang ekonomi, politik dan sosial.

Ketua Yayasan Nanyang ASEAN Indonesia, Bambang Suryono mengatakan, Tiongkok yang aktif mendorong perkembangan mendalam globalisasi ekonomi mendapat pengakuan dan dukungan mayoritas negara di dunia. Proposal “satu sabuk satu jalan” menaruh perhatian pada kesejahteraan rakyat, bermanfaat bagi saling percaya dan saling mengenal antara berbagai negara, mengurangi bentrokan, meletakkan dasar bagi pembangunan komunitas senasib manusia, menguntungkan pemeliharaan hak dan kepentingan negara-negara berkembang.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok