Pakar OECD: Tiongkok Teruskan Kebijakan Keterbukaan Sangat Penting bagi Proses Globalisasi

2018-06-18 12:59:33

Tahun ini adalah HUT 40 Tahun pelaksanaan kebijakan reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Margit Molnar, pakar dari Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang pernah berulang kali mengadakan penyelidikan dan penelitian di Tiongkok juga merupakan saksi perubahan Tiongkok beberapa tahun ini. Baru-baru ini, wartawan CRI untuk Perancis Xue Chao mengadakan wawancara khusus dengan Margit Molnar, dia memaparkan pendapatnya mengenai pengaruh reformasi dan keterbukaan Tiongkok pada perkembangan Tiongkok dan proses globalisasi.

Berbicara tentang sumbangan reformasi dan keterbukaan Tiongkok kepada seluruh dunia, Margit menganggap bahwa, pertama, yang paling nyata ialah sumbangan yang luar biasa kepada pertumbuhan ekonomi dunia.

Dia mengatakan, 'saya berpendapat sumbangan yang paling menonjol ialah sumbangan kepada pertumbuhan ekonomi dunia, meskipun kini pertumbuhan Tiongkok relatif mereda, namun tetap memberi sumbangan lebih dari sepertiga kepada pertumbuhan ekonomi dunia, dan sepertiga ini saya rasa tidak akan berubah dalam waktu menengah atau pendek, oleh karena itu, saya rasa sumbangan terbesar kebijakan reformasi dan keterbukaan ialah memberi sumbangan kepada pertumbuhan ekonomi dunia.'

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, kebijakan reformasi dan keterbukaan juga mengubah ide dan cara perkembangan Tiongkok. Prestasi di bidang reformasi struktur juga mempunyai arti sangat besar sebagai pengalaman berharga bagi negara-negara lain, lebih-lebih bagi negara-negara berkembang. Sedangkan dalam pandangan Margit, mekanisme marketisasi merupakan kunci pertumbuhan pesat ekonomi Tiongkok.

Dia menyatakan, 'saya rasa yang pertama ialah melalui marketisasi, ini merupakan perubahan struktur, berubah dari mengutamakan tipe ekonomi yang dipimpin oleh pemerintah ke mengutamakan pasar, meskipun proses ini belum berakhir, namun dalam proses marketisasi ini, karena meningkatkan keaktifan personel, maka efisien perkembangan ekonomi akan meningkat berlahan-lahan.'

Melalui pelaksanaan kebijakan reformasi dan keterbukaan bertahun-tahun, Tiongkok telah melepaskan diri dari keadaan relatif meskin dan ketinggalan, maka masalah yang dihadapi sekarang juga berubah. Misalnya, masalah kesenjangan kekayaan tetap adalah masalah yang merata. Margit berpendapat bahwa seharusnya mengintensifkan kekuatan kebijakan di bidang perpajakan dan dukungan pemerintah.

Kebijakan reformasi dan keterbukaan menghasilkan pengintegrasian Tiongkok dengan dunia, dan prestasi reformasi dan keterbukaan juga sesuai dengan langkah perkembangan globalisasi, selain itu, proposal 'Satu Sabuk Satu Jalan' yang diajukan Tiongkok juga memainkan peranan penting untuk mendorong proses globalisasi. Mengenai proposal tersebut, Margit menyatakan bahwa proposal-proposal itu meliputi banyak bidang, tak hanya dapat mengerti hanya adalah kerja sama di bidang investasi ekonomi dan perdagangan.

Presiden Tiongkok Xi Jinping di depan upacara pembukaan Forum Asia Bo'ao pada April lalu mengajukan, bahwa pintu gerbang keterbukaan Tiongkok tak akan ditutup, dan akan dibuka semakin besar. Margit juga percaya bahwa Tiongkok meneruskan keterbukaan akan berfaedah bagi seluruh dunia, dan akan mempunyai ruang perkembangan yang sangat besar.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok