Sarjana Terkenal AS: Pergesekan Perdagangan AS-Tiongkok Berasal dari Politisasi Perbedaan Ekonomi

2018-06-18 12:48:25

Rektor The Wharton School of the University of Pennsylvania Geofrey Garrett dan sarjana-sarjana terkenal lainnya AS baru-baru ini di New York menunjukkan, pergesekan perdagangan antara AS dan Tiongkok terus meningkat dan sebab fundamentalnya ialah di AS muncul arus yang mempolitisasi perbedaan ekonomi dan lebih banyak memperhatikan menang atau kalah daripada mengupayakan kemenangan bersama.

Pada tanggal 15 bulan ini, pemerintah AS mengumumkan daftar komoditi Tiongkok yang akan dikenakan tarif tambahan dan sekali lagi menimbulkan perang perdagangan dengan Tiongkok.

Sebelumnya, di depan Forum Global Wharton ke-52, Geofrey Garret mengatakan dengan terus terang, sebeb terus meningkatnya pergesekan perdagangan antara AS dan Tiongkok baru-baru ini ialah sejumlah tokoh AS mempolitisasi perbedaan ekonomi.

Ia mengatakan, sejumlah pikiran politik yang ketinggalan zaman di AS tetap menggangu penyusunan kebijakan ekonomi, misalnya, ekspor berarti kemenangan, sedangkan impor berarti kekalahan. Begitu ada kepincangan perdagangan, itu berarti terdapatnya gejala ketidak-adilan. Padahal itu sama sekali tak signifikan dalam ekonomi globalisasi yang berdasarkan rantai pensuplaian global dan sistem distribusi global. Ketika perbedaan ekonomi dipolitisasi, publik selalu condong memperhatikan pergesekan dan kalah atau menang, bukan kemenangan bersama.

Garrett menunjukkan, antara AS dan Tiongkok sebagai dua ekonomi yang terbesar di dunia memang terdapat banyak perbedaan, tapi dilihat dari sudut komersial dan ekonomi, perbedaan berarti sifat saling melengkapi, berarti bahwa pihak masing-masing dapat mengembangkan keunggulan komparatif dan menjadikan perbedaan sebagai dasar kerja sama dan kemenangan bersama.

Garret secara khusus menyinggung, Tiongkok kini telah menyusun rencana pembangunan ekonominya sendiri. Dalam proses itu, penyusun kebijakan AS hendaknya bertolak dari titik persamaan kepentingan dalam proses pembangunan Tiongkok demi mengupayakan pembangunan bersama, bukan konfrontasi dan penambahan pagar investasi dan perdagangan serta akses pasar.

Direktur The Joseph H. Lauder Institute of Management & Internasional Studies Mauro Guilen yang juga menghadiri Forum Global Wharton menunjukkan dengan tajam, pemerintah AS tengah menguasai kesempatan terakhir main kartu proteksionisme perdagangan. Dalam waktu 5 hingga 10 tahun mendatang, ketika status AS sebagai pasar konsumsi terbesar di dunia digantikan oleh Tiongkok, berbagai negara dunia akan tidak terikan oleh keputusan AS yang menerapkan proteksionisme perdagangan.

Guillen menyatakan, Tiongkok tengah menjadi pasar konsumsi terbesar di dunia dan ini akan mendatangkan perubahan mahabesar kepada perkembangan ekonomi Tiongkok dan ekonomi dunia termasuk AS. Berbagai negara dunia ke depan akan lebih banyak memfokus pasar Tiongkok, karena ekonomi globalnya sendiri adalah ekonomi konsumen.

Menyinggung sejarah dan masa depan kerja sama ekonomi dan dagang Tiongkok-AS, Garett menyatakan harapannya agar AS dan Tiongkok mempertahankan kerja sama dan kemenangan bersama dan menyelesaikan perselisihan dengan cara yang menguntungkan kedua negara dan seluruh dunia.

Ia mengatakan, AS dan Tiongkok dalam 40 tahun yang lalu dengan sangat efektif memanfaatkan perbedaan kedua pihak di bidang ekonomi. Industri manufaktur AS diborong Tiongkok dengan ongkos yang relatif rendah, dan sekarang membangkitnya pasar Tiongkok mendatangkan dampak besar kepada AS dan Tiongkok kini merupakan pasar terbesar bagi banyak perusahaan AS termasuk General Motors dan Apple. Sudah jelas, dalam waktu 40 tahun yang lalu, perbedaan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi kedua negara dan pemanfaatan perbedaan dengan layak telah mendatangkan situasi menang bersama kepada kedua negara. Kedua pihak hendaknya mencurahkan tenaga dalam mendorong kemenangan bersama. Meski tidak gampang, tapi itu akan mendatangkan kemenangan bersama banyak pihak dan tak pelak suatu berita baik bagi kedua negara AS dan Tiongkok bahkan seluruh dunia.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok