9 Cerita tentang Xi Jinping dengan Anak-anak Mancanegara

2018-05-31 11:20:54

Datang lagi Hari Anak-anak Internasional 1 Juni,

Hari raya anak-anak,

(Di Tiongkok,) ada seorang sahabat besar

Selalu perhatikan pertumbuhan remaja dan anak-anak,

Ia, atas nama seorang sahabat besar,

Menyampaikan ucapan selamat kepada kaum remaja dan anak-anak,

Biarkan betapa sibuk pekerjaannya,

Ia akan meluangkan waktu untuk berada bersama dengan anak-anak,

Di lapangan, kelas, kegiatan luar sekolah bahkan di luar negeri…

Telah tinggal ceirta mengharukan antara sahabat besar

Dengan anak-anak.

Sahabat besar itu adalah Presiden Xi Jinping


Cerita ke-1: Bapak baik yang cinta anak puterinya

Xi Jinping selain seorang Presiden

Juga seorang ayah yang senang mendampingi anak

Di rak buku kantornya

Ada sehelai foto bersama dengan anak puterinya

Ia tengah bermain dengan anak puteri dengan membawa sepeda

Menyinggung kemesraan antara Xi Jinping dan anak puterinya,

Peng Liyuan, isteri Xi Jinping, mengenangkan ,

Anak puteri mirip papanya, dan juga paling mesra dengan papanya.

Ketika saya di sampingnya, ia selalu nakal,

Begitu bersama dengan papanya, ia nurut seperti seekor kuncing.


Cerita ke-2: Kakek Xi terlalu malu-malu

Xi Jinping sebagai seorang sahabat besar suka bergaul dengan anak-anak.

Pada tahun 2014 ia datang di Komunitas Junmen Kota Fuzhou mengadakan pertukaran dengan belasan anak.

Seusai kegiatan itu,

Seorang anak puteri bernama Zou Ruining menulis dalam diary:

Kakek Xi terlalu malu-malu.

Kata ini membuat para pengakses internet Tiongkok ketawa.

Padahal, Kakek Xi sama sekali tidak malu-malu,

Ia sangat menyukai anak-anak,

Di mata anak-anak,

Xi Jinping adalah sahabat besar yang paling mesra.


Cerita ke-3: tulis surat kepada anak-anak

Menjelang 1 Juni 2016,

12 murid dari Kota Taizhou Zhejiang

Kirim sepucuk surat kepada Xi Jinping atas nama keturunan anggota reklamasi Dachendao.

Di luar dugaan,

Mereka segera mendapat surat balasan dari sahabat besar.

“Menjadi pembangunan generasi baru yang berpengetahuan, bermoral dan berguna.”

Mereka merasa senang sekali.

“Itulah sovinir terbaik Hari Anak-anak”.


Cerita ke-4: Pernah Menangis Karena Gagal Menjadi Anggota Pionir Remaja Gelombang Pertama

Ketika bertukar pendapat dengan anak-anak,

Xi selalu senang mendengarkan cerita mereka,

Juga bersedia berbagi dengan mereka tentang ceritanya sendiri pada masa kecil.

Ia mengenangkan bahwa ketika ia gagal menjadi anggota pionir remaja gelombang pertama waktu duduk di bangku sekolah dasar di Distrik Haidian Beijing, ia menangis dengan sedih dan sesudah ia berhasil menjadi anggota Pionir Remaja kemudian, ia merasa terharu.


Ketika melihat seorang anak menulis “Berbakti kepada Tanahair”

Ia mengenangkan, ketika ia berumur empat hingga lima tahun,

Ibunya membelikan buku gambar Yue Fei dan menceritakan tentang Ibu Yue Fei Meneto.

Ketika itu, ia bertanya kepada ibu,

“Sakitkah ditato di punggung?”

Ibunya menjawab,

“Sakit sih sakit, tapi itu dapat biarkan Yue Fei selalu ingat di dalam hati.”

Xi Jinping memberitahukan kepada anak-anak,

Ia selalu ingat “Berbakit kepada tanahair”,

Dan juga merupakan tujuannya seumur hidup.


Cerita ke-5: Selalu perhatikan anak-anak di daerah bencana

Pada tanggal 20 April 2013,

Kota Lu Shan Provinsi Sichuan digoncang gempa 7,0 pada skala Richter.

Dalam penanggulangan bencana gempa dan rehabilitasi setempat,

Xi Jinping selalu menaruh perhatian pada anak-anak di sana.

Dalam inspeksinya ke daerah bencana,

Ia secara khusus menengok anak-anak,

Di kemah para korban bencana,

Seorang anak berumur satu setengah tahun bernama Luo Juncheng ketika melihat Xi Jinping memanggilnya “Kakek” dan menciumnya.

Kakek Xi Jinping dengan senang hati memegang muka Luo Juncheng dan menciumnya.

Ciuman yang mesra itu sempat mengharukan setiap orang di lapangan.


Cerita ke-6: Surat-menyurat dengan anak Australia

Pada tahun 2014, 16 murid SD dari Negara Bagian Tasmania Australia mengirim surat kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping dan isterinya Peng Liyuan,

Dengan tujuan mempromosi pemandangan indah setempat,

Dengan bahasa Han mengundang mereka mengunjungi kampung halamannya,

Mereka sulit percaya,

Surat itu dapat disampaikan kepada Xi Jinping dan Peng Liyuan.

Tak lama kemudian, para murid itu sebagai tamu khusus

Ikut serta dalam upacara penyambutan kunjungan Xi Jinping dan Peng Liyuan di setempat.

Di depan para anak-anak itu,

Xi Jinping dengan tersenyum bersapa dengan mereka

Menggairahkan mereka belajar dengan baik bahasa Mandaron dan lebih banyak mengenal kebudayaan dan sejarah Tiongkok.

Mereka juga menanam bersama sebatang pohon persahabatan.

Xi Jinping mengatakan,

“Mari kita menaburkan bibit persahabatan Tiongkok-Australia agar mereka bersemi, berakar dan bertumbuh dengan makmur”.


Cerita ke-7: Sahabat besar juga seorang penggemar sepak-bola

Xi jinping juga seorang penggemar sepak-bola yang super

Ia sangat perhatikan perkembangan sepak bola remaja Tiongkok.

Ia pernah mengatakan, sepak bola harus dikembangkan mulai dari anak-anak.

Pada tahun 2014 ketika ia berkunjung di Jerman,

Ia secara khusus mendatang di stadiun Olimpiade Berlin

Dan menengok para anggota tim sepak bola junior Tiongkok yang menerima penataran di sana.

Ketika itu, tengah diadakan pertandingan antara tim junior Kabupaten Zhidan Shaanxi Tiongkok dan tim junior klub sepak bola Wolfsburg Jerman.

Sahabat besar saksikan pertandingan, memberi semangat dengan tepuk tangan.

Xi Jinping datang di tengah-tengah para pemain kecil,

Menanyakan keadaan latihan dan kehidupannya,

Para pemain kecil dengan gembira menceritakan tentang kegemarannya terhadap sepak bola dan hasil latihan di Jerman.

Xi jinping mengatkan,

“Saya sangat percaya anda kalian,

Saya berharap anda kalian dapat menjadi bintang sepak bola di dunia.”


Cerita ke-8: Murid Pakistan Menyambut Xi Jinping

Di Sekolah Basic Millennium yang terkenal di Pakistan

Ada banyak fans Xi Jinping

Pada tahun 2015, ketika mengetahui Xi Jinping akan mengunjungi Pakistan,

Para fans kecil sangat berharap melihat idola di dalam hati mereka.

Karena tidak dapat menyambut sahabat besar ke bandara,

Para anak-anak mereka sedikit sedih,

Apakah ada cara lain,

Kalau tidak dapat menyambut di lapangan?

Setelah diadakan diskusi,

Mereka berencana memuat sebuah iklan

Di halaman pertama surat kabar terbesar di setempat,

Dengan gambar yang dibikin mereka sendiri

Menyambut kunjungan Xi Jinping di Pakistan.

Ide tersebut mendpat dukungan kuat segenap guru dan siswa seluruh sekolah.

“Surat kabar adalah jendela yang mengenal Pakistan,

Kami yakin Presiden Xi pasti dapat melihatnya.”


Cerita ke-9: Menjadi ilmuwan merupakan impian banyak anak Tiongkok

Tiap pada Hari Anak-anak Internasional 1 Juni.

Xi Jinping dalam kesibukan pasti meluangkan waktu

Bersama dengan anak-anak,

Ikut serta dalam kegiatan anak-anak,

Menyampaikan restu dan salam,

Menulis pesan dan harapannya.

Beberapa hari yang lalu, di depan rapat Akademis Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan Akademi Rekayasa Tiongkok,

Xi Jinping mengatakan kepada para ilmuwan,

“Menjadi seorang ilmuwan merupakan impian banyak anak Tiongkok,

Harus membuat pekerjaan iptek sebagai pekerjaan yang menarik dan menjadi profesi yang ditarget para anak.

Harus memberikan sayap iptek kepada impian anak-anak.

Agar di dunia iptek tanahair ada banyak bintang yang cemerlang.”

Cerita antara Xi Jinping dan anak-anak mancanegara masih banyak.

Ia selalu berkata, anak-anak bertumbuh dengan baik, itulah keinginannya.

Sahabat besar di mata anak-anak

Selalu perhatikan pertumbuhan dan masa depan kaum remaja dan anak-anak.

Karena mereka adalah harapan bangsa dan masa depan negara.



Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok