Tiongkok Desak AS Tepati Janjinya Terkait Perdagangan

2018-05-31 11:07:26

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying dalam jumpa pers Rabu kemarin (30/5) menyatakan, pernyataan AS terkait pengenaan bea cukai terhadap komoditas Tiongkok telah melanggar kesepahaman yang dicapai Tiongkok dan AS di Washington belum lama yang lalu, sekaligus telah merugikan reputasi AS. Jika AS bersikeras bertindak nekat dan semena-mena, maka Tiongkok juga akan mengambil tindakan yang kuat untuk membela kepentingannya yang sah.

Diberitakan, Gedung Putih AS dalam sebuah pernyataannya pada Selasa (29/5) menyatakan akan mengenakan bea cukai sebesar 25 persen terhadap produk teknologi tinggi yang diekspor Tiongkok ke AS dengan nilainya sebesar US$ 50 miliar, daftar produk akan diumumkan sebelum 15 Juni mendatang.

Menanggapi pernyataan AS tersebut, Hua Chunying mengatakan: “Dalam hubungan internasional, setiap tindakan yang menjilat kembali ludahnya berarti telah merugikan reputasi negaranya sendiri. Tiongkok selalu menganjurkan penyelesaian perselisihan ekonomi dan perdagangan secara konstruktif melalui dialog dan konsultasi yang sama derajat. Ini sesuai dengan kepentingan fundamental dan jangka panjang rakyat kedua negara, sekaligus adalah harapan bersama masyarakat internasional.”

Hua Chunying menekankan, Tiongkok tidak ingin tapi juga tidak takut terhadap perang dagang. Jika AS terus bertindak semena-mena, maka Tionkgok pasti akan mengambil tindakan yang tegas dan kuat untuk membela kepentingannya yang sah.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok