Xi Jinping dan Ibunya

2018-05-19 15:14:16 CRI

Di atas rak buku Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jinping, selalu ada sebuah foto yang mencatat momen Xi Jinping mendampingi ibunya, Qi Xin, berjalan-jalan di taman.

Xi Jinping sangat mencintai keluarganya. Ia menghormati orangtua dan mementingkan hubungan akrab keluarga.

Kerinduan dari Ibunda

"Buah hati Ibu"

Ayah dan ibu Xi Jinping kedua-duanya adalah kader dan anggota PKT. Karena ayahnya, Xi Zhongxun, pernah mendapat perlakuan yang tidak adil sejak 1962, Qi Xin membawa anak bungsunya, Xi Yuanping, yang belum dewasa bekerja ke sebuah perusahaan pertanian di daerah Huangfan, Provinsi Henan, sedangkan Xi Jinping bekerja di regu produksi pedesaan di daerah Shanbei, Provinsi Shaanxi, dan dua kakak perempuannya diturunkan ke korps produksi dan konstruksi.

Semua anggota keluarganya dipisahkan di berbagai tempat, bagaimana ibu tidak merindu anak-anak kesayangannya dan khawatir anak lelakinya yang sedang menjalani kehidupan yang susah di desa Provinsi Shaanxi itu. Makanya, dia menjahit sebuah bingkisan jarum benang, dan menyulam aksara-aksara dengan benang warna merah di atasnya: Buah hati Ibu!

Di depan resepsi Tahun Baru Imlek 2015, Sekretaris Jenderal Xi Jinping menbaca sebuah sajak dari penyair Dinasti Tang, Meng Jiao mengenai perasaan orang yang menetap di tempat yang jauh dari rumahnya. Dikatakannya, puisi itu mengekspresikan perasaan akrab keluarga dalam lubuk hati rakyat Tiongkok.

Xi Jinping tidak mengecewakan ibunya selama ia tinggal di Desa Liangjiahe, Provinsi Shaanxi. Pada tahun-tahun itu, Xi Jinping pernah melakukan semua pekerjaan yang sulit, termasuk menggarap tanah, mengangkut batu bara, membangun bendungan dan memikul kotoran. Dalam kehidupan di desa selama 7 tahun, ia menjalin persahabatan yang mendalam dengan orang lokal di Shaanbei. Pada tahun 1975, Xi Jinping direkomendasi untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Tsinghua. Pada hari keberangkatan, semua warga desa itu berantri panjang untuk melepaskannya.

Xi Jinping dan penghuni Desa Liangjiahe

Ketika meninggalkan Desa Liangjiahe, Xi Jinping memberikan bingkisan jarum benang yang dijahit ibunya itu kepada tetangganya, Zhang Weipang, sebagai kenang-kenangan. Justru seperti apa yang dikatakannya "saya sudah tinggalkan hatiku di sini."

Pesan dari Ibunda 

Baktikan Dirinya kepada Tanah Air

"Semua keluarga harus mementingkan pendidikan anak-anak baik di bidang ilmu pengetahuan maupun budi bekerti, harus membantu anak mengikat kancing pertama dan mengayunkan langkah pertama kehidupan mereka." Xi Jinping sangat mementingkan pendidikan keluarga. Rasa tanggung jawab kepada negara justru terbentuk dalam pengaruh lingkungan keluarganya pada masa kanak-kanak.

Tahun 1958, Xi Zhongxun bersama anak lelakinya, Jinping dan Yuanping. Sumber: Biografi Gambar Xi Zhongxun.

Xi Jinping sedang mengenangkan kehidupan dengan ibunya pada masa kanak-kanak. Dalam buku Cinta Saya pada Kesastraan, ia pernah mengungkapkan bahwa ketika dia berumur lima atau enam tahun, ibunya menggendong Xi Jinping yang malas berjalan kaki itu ke sebuah toko buku untuk membeli buku gambar mengenai cerita Pahlawan Yue Fei. Ibunya membacakan cerita ibu Yue Fei yang menato di punggung Yue Fei supaya Yue Fei membaktikan dirinya kepada tanah air.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok