Mengenangkan Pahlawan Bersama Xi Jinping Pada Hari Cengbeng

2018-04-05 11:52:32

“Tak boleh tidak ada pahlawan bagi sesuatu bangsa yang berpengharapan, tak boleh tidak ada pelopor bagi sesuatu negara yang berprospek.” Setiap berbicara tentang pahlawan negara dan bangsa, pemimpin tertinggi Tiongkok Xi Jinping selalu sulit menyembunyikan perasaannya. Di gunung dan sungai tanah air selalu meninggalkan jejaknya pada saat mengenangkan martir. Pada hari Cengbeng, marilah kita bersama-sama mengenangkan kembali perkataan Sekretaris Jenderal Xi Jinping, bersama-sama meninjau kembali sejarah dan mengenangkan kembali pahlawan.

Pada tanggal 7 Juli tahun 2014, di Gedung Peringatan Perang Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang, Xi Jinping dan pemimpin-pemimpin partai dan negara bersama dengan seribu lebih wakil dari berbagai kalangan memperingati genap 77 tahun meletusnya perang rakyat Tiongkok melawan agresi Jepang.

Nama seorang ibu yang biasa disinggung dalam pidato pemimpin tertinggi negara, “dalam perjuangan besar untuk menyelamatkan negara, anak-anak bangsa Tionghoa berjuang dengan berlumuran darah untuk kemerdekaan dan kebebasan bangsa Tionghoa, ibu mengantarkan anaknya untuk ambil bagian dalam perang melawan agresor Jepang, istri mengantarkan suaminya menuju ke medan perang, baik laki-laki, wanita maupun yang tua dan yang muda bangkit bersama. Seorang ibu yang bernama Deng Yufen yang tinggal di Kabupaten Miyun, dekat Beijing mengantarkan suaminya dan lima anak ke garis depan, akhirnya mereka semua meninggal di medan perang.”

Ketika menyusun “ingatan Tiongkok” pada tahun 2014, Xi Jinping dalam ucapan selamat tahun baru secara khusus menyatakan, “pada tahun ini, Tiongkok telah menetapkan hari peringatan kemenangan perang rakyat Tiongkok melawan agresi Jepang, hari peringatan pahlawan, hari belasungkawa umum nasional untuk korban pembantaian Nanjing, sementara mengadakan aktivitas khidmat. Kita perlu selama-lamanya mengingatkan mereka yang mengorbankan jiwa dan memberi sumbangan untuk negara, untuk bangsa dan untuk perdamaian tak peduli bagaimana berubahnya zaman.”

Peringatan yang khidmat bertujuan untuk tidak melupakan cita-cita semula, sekaligus untuk mengingatkan sejarah sebagai cermin bagi zaman sekarang.

Mengenangkan kembali rasa ketulusan Sekretaris Jenderal Xi Jinping untuk menyatakan duka cita atas pahlawan, dapat terasa sepenuhnya harapannya terhadap hari depan bangsa serta keyakinan tegas untuk mewujudkan impian kebangkitan besar bangsa Tionghoa. Pada tanggal 2 September tahun 2015, pidato Xi Jinping di depan upacara penganugerahan lencana peringatan “HUT-70 Kemenangan Perang Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang” sangat menginspirasi rakyat untuk maju terus.

“Hari ini, Tiongkok sedang mengalami perubahan pancaroba, kita lebih mendekati target realisasi kebangkitan besar bangsa Tionghoa dari pada kapan pun dalam sejarah. Untuk merealisasi target kita diperlukan pahlawan, diperlukan semangat pahlawan. Kita harus mengingatkan semua pahlawan yang memberi sumbangan untuk bangsa Tionghoa dan rakyat Tiongkok, menghormati pahlawan, membela pahlawan, belajar kepada pahlawan, mencintai pahlawan, bersatu hati untuk merealisasi target perjuangan ‘ganda seratus tahun', berjuang bersama untuk mewujudkan impian kebangkitan besar bangsa Tionghoa! ”


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok