Xi Jinping Adakan Pertemuan dengan Kim Jong Un

2018-03-28 09:20:44

Atas undangan Sekjen Partai Komunis Tiongkok (PKT) merangkap Presiden Tiongkok Xi Jinping, Ketua Partai Buruh Korea Utara (Korut) merangkap Ketua Komisi Pertahanan Nasional Kim Jong Un telah mengadakan kunjungan informal ke Tiongkok mulai tanggal 25 Maret hingga 28 Maret.

Dalam kunjungan tersebut, Xi Jinping dan Kim Jong Un telah mengadakan pertemuan di Balai Agung Rakyat Beijing. Sekjen Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan telah menyediakan jamuan sambutan bagi Ketua Kim Jong Un dan istrinya Ri Sol-ju, kemudian bersama-sama menyaksikan pertunjukan Kesenian.

Anggota Tetap Politbiro Komite Sentral PKT selaku Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang, Anggota Tetap Politbiro Komite Sentral PKT merangkap Sekretaris Sekretariat Sentral PKT Wang Huning, dan Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan masing-masing menghadiri kegiatan-kegiatan terkait.

Dalam pembicaraannya, atas nama Komite Sentral PKT, Xi Jinping menyampaikan sambutannya atas kunjungan Kim Jong Un ke Tiongkok untuk yang pertama kalinya. Xi Jinping menyampaikan terima kasih atas kawat ucapan selamat Kim Jong Un berkaitan dengan terpilihnya Xi Jinping sebagai Sekjen Komite Sentra PKT dan Ketua Komisi Militer Sentral Komite Sentral PKT usai Kongres Nasional PKT ke-19 dan terpilihnya kembali sebagai presiden beberapa waktu yang lalu. Sekjen Xi Jinping menyatakan bahwa kunjungan kali ini bermakna penting dan spesial, hal ini sepenuhnya memperlihatkan perhatian tinggi ketua Kim Jong Un dan Komisi Sentral Partai Buruh Korut pada hubungan kedua partai maupun kedua negara.

Pada kesempatan itu, Kim Jong Un menyatakan, selama ini hal-hal yang menggembirakan berturut-turut telah terjadi di Tiongkok, termasuk kesuksesan Kongres Nasional PKT ke-19 tahun lalu serta kesuksesan Sidang Tahunan Kongres Rakyat Nasional (KRN) dan Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat (MPPR) Tiongkok yang baru berakhir. Dengan dukungan seluruh partai dan rakyat Tiongkok, Xi Jinping sebagai pemimpin inti, terpilih kembali sebagai Presiden dan Ketua Komisi Militer Sentral Tiongkok, maka dirinya sendiri yang berkunjung ke Tiongkok untuk menyampaikan ucapan selamat secara langsung. Hal ini juga sesuai dengan tradisi persahabatan antar Korut dengan Tiongkok. Saat ini, situasi Semenanjung Korea berkembang pesat dan terjadi banyak perubahan penting, baik dari segi persahabatan maupun dari segi moral, dirinya ingin melaporkan kondisi tersebut kepada Sekjen Xi Jinping secara langsung.

Xi Jinping menunjukkan, persahabatan tradisional Tiongkok dan Korut yang dididik bersama oleh para pemimpin generasi tua kedua negara merupakan warisan berharga bagi kedua pihak. Meninjau masa lalu, para pemimpin generasi tua kedua negara dengan berpegang pada cita-cita dan keyakinan, serta persahabatan revolusioner yang mendalam, saling percaya, saling mendukung, menulis sebuah cerita dalam sejarah hubungan internasional. Dalam bebrapa generasi para pemimpin kedua negara selalu memelihara hubungan yang erat, seperti saudara kandung. Dalam prakteknya, kedua partai dan kedua negara saling mendukung dan saling bekerja sama dan memberikan kontribusi demi perkembangan sosialisme. Dirinya dan Kim Jong Un adalah pelaku dan saksi perkembangan hubungan Tiongkok-Korut. Persahabatan tradisional tersebut akan diteruskan secara turun temurun. Ini adalah alternatif strategis bersama yang dilakukan atas dasar sejarah serta kenyataan, dan juga atas konfigurasi regional internasional serta situasi hubungan Tiongkok-Korut, alternatif ini adalah satu-satunya pilihan yang tepat, dan tak boleh sedikitpun terganggu oleh masalah.

Xi Jinping menekankan, PKT maupun pemerintah Tiongkok selalu mementingkan hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Korut, mempertahankan dengan baik, serta memperkokoh dan mengembangkan hubungan antar kedua negara dengan baik, ini adalah pedoman teguh PKT dan pemerintah Tiongkok. Untuk itu, Sekjen Xi Jinping menyarankan: pertama, terus memainkan peranan sebagai pembimbing pertukaran tingkat tinggi antar kedua negara. Pertukaran tingkat tinggi memerankan peranan sebagai pemimbing dan pendorong yang penting bagi perkembangan hubungan kedua negara. Di bawah situasi yang baru, dirinya bersedia bersama dengan Kim Jong Un untuk selalu memelihara kontak melalui kunjungan timbal balik, saling mengirimkan delegasi, dan saling mengirimkan pesan. Kedua, sepenuhnya melakukan cara tradisional komunikasi strategis. Saling bertukar pendapat mengenai masalah penting adalah tradisi kedua negara. Memerankan peranan penting interaksi partai, memajukan pertukaran dan kerja sama kedua negara di berbagai bidang demi memperkuat komunikasi dan saling kepercayaan. Ketiga, aktif mendorong perdamaian dan pembangunan. Saat ini, sosialisme berkarakteristik Tiongkok telah memasuki era baru, pembangunan sosialisme Korut juga telah memasuki periode sejarah baru. Tiongkok bersedia bersama Korut berupaya mengikuti perkembangan zaman, menjunjung tinggi perdamaian, pembangunan, kerja sama, dan menang bersama, terus meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara, memberikan kontribusi demi perdamaian, kestabilan, dan perkembangan regional. Keempat, memperkokoh dasar persahabatan antar rakyat kedua negara. Kedua pihak hendaknya meningkatkan komunikasi dan pertukaran rakyat kedua negara dengan berbagai cara, mengukuhkan dasar hubungan persahabatan kedua negara, khususnya meningkatkan komunikasi generasi muda kedua negara, mewarisi dan meneruskan tradisi hubungan persahabatan Tiongkok-Korut.

Kim Jong Un menyatakan, setelah mendengarkan pendapat penting Xi Jinping terkait persahabatan kedua negara serta pengembangan hubungan kedua partai dan kedua negara, dirinya terdorong dan terinspirasi. Beliau menyatakan bahwa persahabatan Korut dengan Tiongkok yang dididik oleh para pemimpin generasi tua tetap teguh. Pada situasi yang baru, mewarisi dan mengembangkan persahabatan kedua negara adalah pilihan strategis Korut, dan tidak akan berubah dalam kondisi apapun. Dalam kunjungannya kali ini, ia berharap dapat dapat bertemu dengan pihak Tiongkok untuk meningkatkan komunikasi strategis dan memperdalam persahabatan tradisional. Ia berharap selanjutnya dapat lebih sering mengadakan pertemuan dengan Xi Jinping, serta mempertahankan komunikasi yang erat dengan saling mengirimkan delegasi, saling mengirimkan surat pribadi, dan lain-lain, mengembangkan kepemimpinan pertemuan tingkat tinggi terhadap hubungan kedua partai dan kedua negara ke taraf baru.

Xi Jinping menyatakan, Kongres Nasional PKT ke-19 telah merumuskan cetak biru pembangunan negara kuat modernisasi sosialis secara komprehensif. Pada tahun 2020 akan sepenuhnya terbentuk menjadi masyarakat sejahtera yang moderat, tahun 2035 merealisasi modernisasi sosialis. Pada pertengahan abad, membangun Tiongkok menjadi negara kuat modernisasi sosialis yang sejahtera, demokratis, harmonis dan indah. PKT akan memimpin rakyat Tiongkok untuk maju dan bekerja keras, terus berjuang demi merealisasi impian Tiongkok yaitu kebangkitan Bangsa Tionghoa. Beberapa tahun belakangan ini, Tiongkok melihat Kim Jong Un memimpin partai Korut dan rakyatnya mengambil langkah positif dalam bidang pembangunan ekonomi dan perbaikan kehidupan rakyat, dan telah mencapai sejumlah hasil. Tiongkok mengharapkan kestabilan politik, perkembangan ekonomi, dan kesejahteraan rakyat Korut, serta mendukung Kim Jong Un sebagai Ketua Partai Buruh Korut memimpin rakyat Korut terus maju menyusuri jalur sosialisme, dan mendukung segala upaya Korut dalam membangun ekonomi dan memperbaiki kehidupan rakyat.

Kim Jong Un menyatakan, selama Kongres Nasional PKT ke-18, dengan Xi Jinping sebagai intinya, Komite sentral PKT telah menunjukkan keberanian politik dan rasa tanggung jawab yang tinggi, mengajukan gagasan dan konsep baru serta merealisasinya, menyelesaikan masalah-masalah yang telah lama belum terselesaikan, dan membuktikan bahwa jalur PKT adalah jalur tepat yang sesuai dengan keadaan negaranya, khususnya usulan Xi Jinping yang menyatakan bahwa partai harus mengelola partainya sendiri, mengelola partai secara disiplin, meningkatkan pembangunan partai, serta mewujudkan kepemimpinan penuh partai terhadap berbagai tugas. Saat ini, Partai Buruh Korut juga sedang meningkatkan upaya memerangi permainan birokrasi dan tindakan korupsi. Korut dengan tulus mendoakan Tiongkok dalam proses pembangunannya menjadi masyarakat sejahtera yang moderat dan negara kuat modernisasi sosialis dapat memperoleh prestasi besar yang baru.

Pemimpin kedua negara juga bertukar pendapat mengenai situasi Semenanjung Korea.

Xi Jinping menunjukkan bahwa sejumlah perubahan positif telah terjadi pada Semenanjung Korea tahun ini. Tiongkok mengapresiasi tinggi upaya-upaya yang telah dilakukan Korut. Berkaitan dengan masalah Semenanjung Korea, Tiongkok bertekad tetap mempertahankan tujuan denuklirisasi, memelihara perdamaian dan kestabilan di Semenanjung Korea, serta menyelesaikan masalah-masalah melalui dialog dan konsultasi.

Kim Jong Un menyatakan situasi Semenanjung Korea saat ini mulai berkembang ke arah yang membaik. Mereka telah berinisiatif mengambil langkah untuk meredakan ketegangan situasi dengan mengajukan usulan dialog perdamaian. Menurut ajaran mendiang Presiden Kim II Sung dan Kim Jong II, mewujudkan denuklirisasi Semenanjung Korea adalah pendirian mereka yang tak akan pernah berubah dari awal sampai akhir. Mereka bertekad akan merubah hubungan Korsel dan Korut menjadi hubungan kerja sama dan rekonsiliasi, mengadakan pertemuan puncak pemimpin Korsel dan Korut, bersedia mengadakan dialog dengan AS, dan mengadakan pertemuan pemimpin antara Korut dan AS. Jika Korsel dan AS menanggapi baik upaya Korut dalam menciptakan suasana yang damai dan stabil, mengambil langkah secara bertahap demi mewujudkan perdamaian, secara bersamaan, masalah denuklirisasi pasti dapat diselesaikan. Dalam proses ini, Korut berharap dapat meningkatkan komunikasi strategis dengan Tiongkok, bersama-sama memelihara momentum konsultasi dan dialog, serta perdamaian dan kestabilan Semenanjung Korea.

Sebelum pembicaraan berlangsung, Xi Jinping mengadakan upacara sambutan bagi Kim Jong Un di Balai Agung Rakyat.

Setelah pertemuan, Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan, menyelenggarakan pesta penyambutanan bagi Kim Jong Un dan istrinya, Ri Sol-ju. Dalam pidatonya, Xi Jinping menyatakan, musim semi adalah saat yang paling indah bagi semua makhluk hidup. Kunjungan informal Kim Jong Un beserta istri ke Tiongkok, meningkatkan komunikasi antara kedua belah pihak, meningkatkan koordinasi, serta mendorong kerja sama memiliki makna yang sangat penting, yang akan mendorong hubungan kedua partai dan kedua negara, dalam periode sejarah baru melangkah ke taraf yang baru, dan memberikan kontribusi penting bagi pendorongan perkembangan perdamaian dan stabilitas regional. Pada pertemuan tersebut, Xi Jinping dan Kim Jong Un telah mengadakan pembicaraan yang jujur dan bersahabat. Mereka berpendapat, mewarisi dan meneruskan persahabatan tradisional Tiongkok dan Korut sesuai dengan kepentingan bersama dan merupakan pilihan strategis bersama kedua negara. Tidak peduli bagaimana situasi kawasan internasional berubah seperti apapun, kedua belah pihak akan tetap berpegang teguh pada tren perkembangan dunia dan situasi keseluruhan hubungan Tiongkok-Korut, meningkatkan pertukaran tingkat tinggi, memperdalam komunikasi stretegis, memperluas kerja sama dan pertukaran, serta menyejahterakan rakyat kedua negara dan negara-negara lainnya.

Dalam pidatonya Kim Jong Un mengatakan, pada situasi sebelum Semenanjung Korea mengalami perubahan, bertolak dari dorongan perdamaian dan kestabilan Semenanjung Korea, dirinya mewarisi dan mengembangkan harapan persahabatan Tiongkok-Korut, dengan segera mengadakan kunjungan ke Tiongkok. Kunjungan pertamanya adalah menuju Tiongkok, hal itu menunjukkan bahwa dirinya telah mewarisi persahabatan tradisional Tiongkok-Korut, dan menghargai niat persahabatan Tiongkok-Korut. Dirinya bersama Xi Jinping telah melakukan pembicaraan yang sukses seputar perkembangan hubungan kedua partai dan kedua negara, situasi dalam negeri masing-masing negara, pemeliharaan perdamaian dan kestabilan Semenanjung Korea, serta masalah-masalah lainnya. Kim Jong Un yakin bahwa pertemuan pertama dengan Xi Jinping di musim semi yang penuh dengan kegembiraan dan harapan ini akan menghasilkan buah persahabatan antara Tongkok dan Korut, dan mendorong perdamaian dan kestabilan Semenanjung Korea.

Selama pertemuan tersebut, Xi Jinping dan istri Peng Liyuan, mengadakan makan siang bersama dengan Kim Jong Un dan istrinya di Wisma Tamu Negara Diaoyutai. Xi Jinping mengatakan, Wisma Tamu Negara Diaoyutai telah menjadi saksi perkembangan persahabatan tradisional Tiongkok dan Korut. Hubungan erat paar pemimpin generasi tua kedua partai dan kedua negara telah menjadi teladan bagi mereka. Xi Jinping menyambut Kim Jong Un dan istri untuk sering datang mengunjungi Tiongkok.

Kim Jong Un menyatakan, persahabatan Tiongkok-Korut sangat berharga. Dirinya bersedia bersama Xi Jinping mengikuti kehendak para pemimpin generasi tua yang terdahulu, mewarisi dan mengembangkan hubungan persahabatan Tiongkok-Korut yang masih bertahan walau menghadapi banyak halangan, serta dalam situasi yang baru, mendorong kepada ketinggian yang baru.

Kim Jong Un juga menghadiri Pameran Inovasi Akademi Sains Tiongkok selama Kongres Nasional PKT ke-18. Ia mengagumi prestasi yang dicapai oleh Tiongkok dalam bidang perkembangan teknologi dan inovasi, dan membubuhkan tanda tangannya setelah mengakhiri kunjungannya di pameran tersebut.

Anggota Politbiro Sentral PKT yang juga Sekretaris Sekretariat Sentral dan Direktur Kantor Sentral PKT Ding Xuexiang, Anggota Politbiro Sentral PKT Yang Jiechi, Menteri Luar Negri Tiongkok Wang Yi dan pejabat-pejabat Tiongkok lainnya menghadiri kegiatan terkait, Wakil Ketua Komite Pusat Partai Buruh Choe Ryong-hae, Wakil Ketua Komite Pusat Partai Buruh Kim Yeong-cheol, dan pejabat-pejabat Korut lainnya bersama-sama dengan Kim Jong Un mengunjungi Tiongkok dan menghadiri kegiatan terkait.


Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok