Pakar-pakar Internasional: Tolak Perang Dagang

2018-03-25 15:00:59

Forum Pembangunan Tiongkok yang digelar setiap tahun kemarin (24/3) dibuka di Beijing, dengan bertemakan “Tiongkok pada Zaman Baru”. Berkat Presiden AS Donal Trump baru saja menandatangani surat eksekutif yang akan memberlakukan tarif pembalasan terhadap produk impor dari Tiongkok, sejumlah pakar dan pengusaha asing yang menghadiri forum kemarin beramai-ramai menyatakan penyesalan atas keputusan AS tersebut. Mereka berpendapat bahwa proteksionisme akan mendatangkan risiko kepada semua pihak.

Presiden AS Donald Trump hari Kamis kemarin (22/3) menandatangani MoU yang mengumumkan akan mengenakan bea cukai dalam skala besar terhadap komoditi Tiongkok berdasarkan apa yang disebut AS sebagai “Investigasi 301”, sementara membatasi investasi perusahaan Tiongkok di AS.

Dalam forum kemarin,Ketua Asosiasi Ekonomi Royal Inggris, Profesor Lord Nicholas Stern mengatakan, keputusan AS itu cukup mengecewakan. Perang dagang yang diambil AS itu tidak cocok, keputusan salah ini dilakukan di atas dasar  kesalahpahaman presiden AS.

Sebelum MoU itu ditandatangani oleh Presiden AS, sejumlah sektor usaha dari bidang teknologi, ritel, pertanian dan komoditi konsumsi, termasuk Apple, Google, IBM, Nike dan Wal-mart beramai-ramai menyampaikan surat permohonan kepada pemerintah AS, di mana menyatakan, pengenaan bea cukai terhadap komoditi Tiongkok akan menimbulkan pembalasan, sehingga mendatangkan dampak negatif kepada ekonomi AS.

CEO Apple Tim Cook dalam forum kemarin menyatakan, Tiongkok dan AS hendaknya bersama-sama menjalankan perdagangan yang terbuka dan inklusif, sehingga mendatangkan keuntungan terbesar kepada kedua pihak.  Cook menyatakan, satu negara yang terbuka dan inklusif bakal memperoleh lebih banyak sukses, sedangkan satu negara yang menolak perdagangan dan keterbukaan bakal mengalami kegagalan. Tiongkok dan AS hendaknya mewujudkan 1 plus 1 sama dengan 3, yakni bersama-sama memperbesar “kue tart” tapi bukan hanya memperebutkan satu “kue tar”.

Di depan Forum kemarin, Mantan Rektor Universitas Harvard yang juga Mantan Menteri Keuangan AS Lawrence Summers menyatakan, kerja sama Tiongkok dan AS jauh lebih besar dari pada perselisihan, perang dagang tidak mungkin mewujudkan kemenangan bersama. Dia menyatakan, kerja sama Tiongkok dan AS sangat penting, hal ini jauh lebih penting dari pada perselisihan. Saling menghormati merupakan hal yang terpenting dalam hubungan negara besar.

Mantan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Pascal Lamy di depan forum itu menyerukan bahwa konsultasi dan kerja sama adalah solusi yang terbaik, sedangkan proteksionisme tidak berguna.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok