Kemendag Tiongkok Bantah Argumentasi Perwakilan Kantor Dagang AS

2018-01-26 13:58:01

Perwakilan Kantor Perdagangan AS belum lama yang lalu dalam sebuah laporannya menyebutkan bahwa “dibiarkannya Tiongkok bergabung dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) adalah sebuah kesalahan”. Laporan bahkan menyebutkan akan melancarkan investigasi atas pelanggaran hak atas kekayaan intelektual (HaKI) yang dilakukan Tiongkok. Menanggapi argumentasi tersebut, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Gao Feng kemarin (25/1) menyatakan, laporan AS tersebut memutar-balikkan fakta tanpa mengindahkan kenyataan, penuh nuansa proteksionisme dan unilateralisme. Tiongkok menyatakan tentangan tegas terhadap laporan tersebut. Gao Feng menekankan bahwa kerja sama adalah satu-satunya pilihan yang tepat bagi Tiongkok dan AS. Menghadapi tindakan proteksionisme perdagangan, Tiongkok akan mengambil tindakan tepat untuk melindungi hak dan kepentingan dirinya yang sah.

Gao Feng menyatakan, bergabungnya Tiongkok dalam WTO telah mendatangkan peluang dan tenaga pendorong bagi perkembangan ekonomi dunia. Menurut statistik PBB dan Dana Moneter Internasional (IMF), tingkat kontribusi Tiongkok terhadap pertumbuhan ekonomi dunia adalah di atas 30 persen sepanjang 2017. Sejak Tiongkok masuk menjadi anggota WTO, level keseluruhan bea cukai Tiongkok telah turun dari 15,3 persen pada sebelumnya menjadi 9,8 persen sekarang.

Gao Feng seterusnya mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok terus membuka pasarnya. Batas akses di sektor manufaktur Tiongkok telah dikurangi lebih dari 50 kategori dibanding pada masa awal bergabungnya Tiongkok dalam WTO. Sementara itu, di antara 160 sektor jasa, Tiongkok telah membuka hampir 120 sektor di level yang berbeda, padahal, sebelumnya Tiongkok hanya menjanjikan 100 sektor. Yang patut diperhatikan, dalam 16 tahun terakhir sejak Tiongkok bergabung dalam WTO, AS juga mendapat banyak manfaat.

Pada 2018, AS terus melanjutkan dukungannya terhadap proteksionisme yang dilaksanakannya sejak akhir tahun lalu dengan melancarkan investigasi atas dumping produk Panel Tenaga Surya (PV) dan mesin cuci ukuran besar yang diimpor dari luar negeri. Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross di sela-sala Forum Davos bahkan menyatakan, AS kemungkinan melancarkan investigasi terhadap pelanggaran HaKI oleh Tiongkok. Media menyebut langkah AS tersebut sewaktu-waktu akan memicu “perang dagang” antara Tiongkok dan AS.

Menanggapi hal itu, Gao Feng mengatakan: “Kerja sama adalah satu-satunya pilihan yang tepat bagi Tiongkok dan AS. Pintu kerja sama dan dialog dari pihak Tiongkok selalu terbuka. Tiongkok tidak menginginkan meningkatnya pergesekan perdagangan dengan AS. Tiongkok berharap kedua belah pihak dapat menghapuskan kontradiksi dan meningkatkan kerja sama pragmatis melalui cara yang konstruktif. Sementara itu, terhadap tindakan apa pun yang didasari pada unilateralisme dan proteksionisme yang tidak sesuai dengan peraturan WTO, maka Tiongkok akan mengambil segala tindakan yang sesuai dan secara tegas melindungi haknya yang sah.”


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok