Konsumsi Batu Bara dan Emisi Karbon di Tiongkok Turun

2017-11-01 11:04:35

Pemerintah Tiongkok memublikasikan Laporan mengenai Kebijakan dan Aksi Tiongkok untuk Menghadapi Perubahan Iklim Tahun 2017 pada hari Selasa kemarin (31/10). Laporan menunjukkan, melalui upaya tak kenal lelah, konsumsi batu bara di Tiongkok terus menurun. Sementara itu, kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga air, tenaga angin dan Panel Tenaga Surya (PV) Tiongkok kini menempati urutan pertama di dunia. Skala pembangkit listrik tenaga nuklir yang tengah dalam proses pembangunan juga menempati peringkat pertama di dunia. Tiongkok berkemungkinan melampaui target pengendalian gas rumah kaca tahun 2020 sehingga akan meletakkan landasan yang baik untuk mewujudkan target 2030.

Wakil Dirjen Penanganan Perubahan Iklim Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, Li Gao dalam jumpa pers kemarin menyatakan, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah secara besar-besaran mendorong pemberlakuan penghematan energi dan pengurangan emisi karbon, membatasi konsumsi batu bara, melarang peningkatan kapasitas produksi batu bara dan mempercepat eliminasi kapasitas produksi yang ketinggalan zaman atau berlebihan.

Li Gao mengatakan: “Sejak pelaksanaan ‘repelita' ke-13, konsumsi batu bara dalam konsumsi energi total telah menurun lebih dari 3 persen. Pada tiga triwulan pertama tahun ini, produksi batu bara di tambang batu bara berskala besar telah menurun 10,6 persen dibanding periode sama tahun lalu. Menurut perkiraan Persatuan Industri Batu Bara Tiongkok, konsumsi batu bara di seluruh negeri pada tiga triwulan pertama adalah sebanyak 2,84 miliar ton, atau menurun 2,4 persen dibanding periode sama tahun lalu. Sementara itu, kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga air, tenaga nuklir dan tenaga angin meningkat 21,1 persen.

Laporan menunjukkan, intensitas emisi karbon di Tiongkok pada 2016 menurun 6,6 persen. Untuk tiga triwulan pertama tahun ini, emisi karbon menurun 4 persen.

Utusan Khusus Tiongkok untuk Urusan Perubahan Iklim, Xie Zhenhua dalam jumpa pers kemarin menyatakan, dalam sepuluh tahun terakhir, Tiongkok totalnya mengurangi emisi karbon dioksida sebanyak 4,1 miliar ton dalam proses pertumbuhan ekonomi, benar-benar berhasil menyelaraskan aksi perubahan iklim dengan perkembangan ekonomi dan sosial.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok