Jubir Kemlu Tiongkok Tanggapi Pertanyaan mengenai Peristiwa Pelanggaran Perbatasan oleh Tentara India

2017-08-04 12:06:55

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang kemarin (3/8) menjawab pertanyaan wartawan mengenai peristiwa pelanggaran perbatasan oleh tentara India.

Ketika ditanya mengenai keadaan konkret pembangunan jalan di daerah Doklam pada tanggal 16 Juni, Geng Shuang mengatakan, pihak Tiongkok mengadakan pembangunan jalan di perbatasan Tiongkok-India Sikkim, di daerah Doklam di dalam Tiongkok untuk memperbaiki lalu lintas setempat dan memudahkan para penggembala menggembala serta pasukan penjaga perbatasan berpatroli. Hal ini merupakan aktivitas normal pihak Tiongkok di wilayahnya sendiri yang sepenuhnya adil dan sah.

Dalam komentar terhadap pernyataan Kementerian Luar Negeri India yang mengatakan bahwa perdamaian dan ketenteraman adalah prasyarat penting bagi perkembangan kelancaran hubungan kedua negara, Geng Shuang mengatakan bahwa pihak India sekarang selalu menyebutkan “perdamaian”, mereka tidak hanya ingin mendengar kata-kata tersebut, namun yang terpenting adalah perilakunya. Pihak Tiongkok berpendapat, kenyataan terkait tak boleh diabaikan. Pertama, saat pihak Tiongkok beritikad baik dengan memberikan pemberitahuan awal sebanyak dua kali kepada pihak India pada tanggal 18 Mei dan 8 Juni, pihak India dalam kurun waktu satu bulan tidak pernah memberikan tanggapan apapun kepada pihak Tiongkok melalui jalur apapun. Justru sebaliknya pada tanggal 18 Juni langsung mengirim pasukan dan perlengkapan bersenjatanya melakukan pergerakannya melintasi perbatasan, hal ini sama sekali bukan bertujuan untuk perdamaian.

Kedua, selama lebih dari satu bulan sejak terjadinya peristiwa tersebut, pihak India tidak hanya secara ilegal berada di wilayah Tiongkok, namun justru memperbaiki jalan, menimbun material dan mengumpulkan pasukan bersenjata dalam jumlah besar, hal ini sama sekali bukan demi perdamaian.

Ketiga, dalam keadaan pelanggaran illegal perbatasan pihak India yang cukup nyata, pihak India tidak hanya tidak mengintrospeksi diri, justru malah mengemukakan berbagai macam argumentasi yang tidak masuk akal seperti “masalah keamanan”, “titik masalah tiga negara” dan “permintaan Bhutan”, mencari alasan atas perbuatan salahnya, dan hal ini sama sekali bukanlah demi perdamaian.

Ke-empat, dalam keadaan pihak Tiongkok yang telah berulang kali mengajukan persoalan melalui jalur diplomatik, pihak India tiak hanya tidak menarik mundur pasukan dan perlengkapan bersenjatanya yang telah melanggar perbatasan, namun justru mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal kepada pihak Tiongkok dan sama sekali tidak memiliki ketulusan untuk menyelesaikan masalah, hal ini sama sekali bukan demi perdamaian.

Jika pihak India benar-benar menghargai perdamaian, pihak India seharusnya segera menarik mundur pasukannya yang melanggar perbatasan secara ilegal tersebut ke perbatasan dalam India.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok