CEFC Himbau Pembentukan Wadah Kerja Sama Laut melalui Jalur Sutra Maritim Abad 21

2017-06-12 11:13:17

Konferensi Kelautan Dunia PBB yang pertama resmi ditutup di markas besar PBB di New York pada hari Jumat lalu (9/6). Wakil Ketua Eksekutif merangkap Sekjen China Energy Fund Committe (CEFC), Ho Chi Ping Patrick menghadiri konferensi tersebut selaku perwakilan NGO. Dalam pidatonya di depan acara penutupan, ia mengimbau berbagai negara membentuk wadah kerja sama kelautan internasional melalui Jalur Sutra Maritim Abad ke-21, tujuannya adalah untuk mendorong perkembangan “ekonomi biru” global.

Ho Chi Ping Patrick menyatakan, sebanyak satu per tiga bahan bakar fosil yang dimanfaatkan manusia adalah hasil pengeboran dari dasar laut. Ditambah “ocean energy” serta “hidrat gas alam” yang tertimbun di laut, maka energi maritim diharapkan akan menjadi kekuatan terbaik bagi perkembangan ekonomi rendah karbon pada masa depan. Akan tetapi, negara-negara kepulauan yang memiliki cadangan sumber daya yang paling kaya kebanyakan adalah kekuatan ekonomi berkembang. Ekonominya mengalami kesulitan karena terbatasnya wilayah serta teknologi dan sumber daya manusia yang tidak memadai sehingga penelitiannya tentang energi baru masih terhenti pada tahap teori.

Mengembangkan daya pendorong yang terdapat dalam ekonomi maritim serta mengeksploitasi sumber daya maritim secara rasional merupakan pilihan tepat untuk menghadapi kesulitan tersebut. Ho Chi Ping berpendapat, inisiatif Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 yang dicetuskan oleh Tiongkok telah menyediakan wadah strategis bagi kerja sama antara negara maju dengan negara-negara kepulauan. Ia mengimbau negara-negara maju membantu negara-negara kepulauan untuk meningkatkan kekuatan ekonomi demi mengembangkan sumber daya maritim. Ia menekankan, dari Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 yang dicetuskan Tiongkok, negara-negara di darat dan negara-negara kepulauan telah menyadari bahwa mereka tergabung di dalam “masyarakat senasib sepenanggungan”, yang berarti kemakmuran akan dinikmati setiap negara, sedangkan kerugian juga akan ditanggung setiap negara. Dialog dan kerja sama dalam pemanfaatan keunggulan masing-masing adalah satu-satunya jalan untuk membebaskan potensi besar ekonomi maritim sehingga pada akhirnya mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang diimpikan.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok