Masalah LTS Harus Dipecahkan Melalui Metode Timur

2017-03-10 14:51:40

Dalam jumpa pers sidang Kongres Rakyat Nasional (KRN) dan Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat (MPPR) Tiongkok yang sedang digelar di Beijing, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi telah membandingkan pandangan maritim antar timur dengan barat. Laksamana Cheng Ho yang menjadi kebanggaan Tiongkok mementingkan kerja sama maritim, sedangkan Alfred Thayer Mahan yang berasal dari barat menitikberatkan pengendalian maritim dengan kekuatan. Menlu Tiongkok menyatakan, pada beberapa tahun yang lalu, situasi Laut Tiongkok Selatan (LTS) menjadi cukup tegang karena masalah ini didominasi kekuatan dunia barat. Akan tetapi, sejak tahun lalu, situasi LTS cenderung stabil karena ditangani melalui metode timur. Negara-negara di kawasan tersebut telah menyadari bahwa konflik dan persengketaan bukanlah solusi. Meninjau kembali sejarahnya, semua negara sekitar LTS  pernah mendapat keuntungan dari pelayaran armada Cheng Ho, di saat yang bersamaan juga pernah diagresi armada barat. Oleh karena itu, persengketaan antar tetangga tidaklah mungkin dipecahkan oleh kaum penjajah.

Ketika menolak gangguan dari dunia luar, konsultasi antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN terkait masalah LTS langsung mencapai terobosan. Menlu Tiongkok Wang Yi mengungkapkan, pada akhir bulan lalu, kelompok kerja gabungan telah membentuk draf pertama kerangka Kode Etik (CoC) Laut Tiongkok Selatan, yang cukup memuaskan bagi Tiongkok dan negara-negara ASEAN. Menurut laporan media Indonesia, dalam konsultasi itu, Tiongkok dan negara-negara ASEAN masing-masing  mengajukan proyek kerja sama LTS, demi pemeliharaan perdamaian LTS. Misalnya ASEAN mengajukan proyek kerja sama  aksi penyelamatan bersama di LTS.

Kenyataan membuktikan, tanpa intervensi kekuatan luar, LTS selalu merupakan laut damai, laut persahabatan dan laut kerja sama bagi Tiongkok dan negara ASEAN. Seperti dikatakan oleh Menlu Tiongkok, LTS memang mengalami pasang surut pada 2016 tapi pada akhirnya cenderung stabil, ini adalah hasil dari upaya bersama yang dilakukan Tiongkok dan negara-negara ASEAN, juga merupakan kabar bahagia bagi kawasan sekaligus dunia. Apabila ada pihak yang bermaksud memprovokasi masalah ini kembali, pasti akan mendapatkan penolakan tegas dari negara-negara di kawasan. 

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok