Menlu RRT Paparkan Gagasan Diplomatik

2017-03-09 10:39:59 CRI

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam jumpa pers selama sidang rutin tahunan Kongres Rakyat Nasional (KRN) menjawab pertanyaan wartawan mengenai masalah-masalah titik panas, antara lain kerja sama internasional "satu sabuk satu jalan", hubungan antara Tiongkok dan AS serta situasi di Semenanjung Korea.

Pada bulan Mei tahun ini, Tiongkok akan menyelenggarakan forum puncak kerja sama internasional mengenai "satu sabuk satu jalan". Mengenai hal tersebut, Menteri Luar Negeri Wang Yi menjelaskan harapan pihak Tiongkok terhadap hasil forum.

Wang Yi menyatakan, hak cipta "satu sabuk satu jalan" milik Tiongkok, namun yang mendapat manfaat adalah berbagai negara. Pihak Tiongkok berharap forum dapat mencapai hasil di tiga aspek. Pertama, menyimpulkan kesepahaman berbagai pihak, saling menyambungkan strategi perkembangan antara berbagai negara, menegaskan saling mengisi keunggulan dan makmur bersama. Kedua, meningkatkan kerja sama di bidang titik berat, menetapkan sejumlah program kerja sama yang utama sekitar interkoneksi infrastruktur, perdagangan, investasi, dukungan moneter dan kontak masyarakat. Dan ketiga, mengemukakan langkah kerja sama dalam jangka panjang dan menengah, mempelajari mekanisme kerja sama jangka panjang dalam pembangunan bersama "satu sabuk satu jalan", membentuk jaringan kemitraan yang lebih erat dan pragmatis.

Berbicara tentang hubungan dengan AS, Wang Yi mengatakan, hubungan kedua negara sedang beralih dan berkembang ke arah positif. Pada bulan Februari tahun ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping pernah mengadakan kontak telepon dengan Presiden AS Donald Trump, kepala kedua negara membenarkan pentingnya prinsip "satu Tiongkok", menegaskan akan mendorong hubungan kedua negara untuk mencapai kemajuan yang lebih besar di atas titik tolak yang baru. Hal itu telah menunjukkan arah bagi perkembangan hubungan kedua negara.

Belakangan ini, terjadi ketegangan situasi di Semenanjung Korea. Wang Yi menyatakan, pihak Tiongkok mengusulkan, sebagai langkah pertama, Korea Utara (Korut) untuk sementara menghentikan aktivitas rudal, sedangkan AS dan Korea Selatan (Korsel) untuk sementara menghentikan latihan militer yang berskala besar, dalam rangka melepaskan diri dari dilema keamanan, berbagai pihak kembali ke depan meja perundingan. Selanjutnya, memadukan denuklirisasi semenanjung dengan mekanisme perdamaian semenanjung, secara setara menyelesaikan masalah yang mengundang perhatian masing-masing, untuk akhirnya menemukan jalan perdamaian dan ketenteraman kekal di Semenanjung Korea.

Mengenai hubungan dengan Korsel, Wang Yi menyatakan, AS dan Korsel bersikeras untuk menempatkan sistem anti rudal "THAAD" yang penuh kontroversi, ini merupakan masalah terbesar yang mendampak hubungan antara kedua negara. Pihak Tiongkok mendesak pihak Korsel untuk menghentikan perbuatannya.

Wang Yi dalam jumpa pers kemarin telah menyimpulkan gagasan dan posisi diplomatik yang berkepribadian Tiongkok. Ia mengatakan, dunia tidak seharusnya membagikan negara menjadi yang memimpin dan yang dipimpin. Wang Yi mengatakan, lebih baik berbicara tentang tanggung jawab dari pada berbicara tentang memimpin. Secara relativitas, negara besar memiliki lebih banyak sumber dan kemampuan, maka sewajarnya memikul tanggung jawab yang lebih banyak dan memberi sumbangan yang lebih besar. Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Tiongkok bersedia menjalankan kewajiban semestinya untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Sebagai komunitas ekonomi besar kedua, Tiongkok bersedia menyumbangkan amalnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dunia. Sebagai negara berkembang yang terbesar, Tiongkok bersedia memainkan peranan yang lebih besar untuk memelihara hak dan kepentingan negara-negara berkembang.

Tahun ini adalah "Tahun Tiongkok " dalam mekanisme BRICS. Wang Yi menyatakan, sebagai negara ketua, Tiongkok akan mengadakan dialog dengan negara-negara berkembang beserta organisasinya melalui mekanisme tersebut, memperluas lingkaran teman mekanisme BRICS, membangun kerja sama BRICS menjadi platform kerja sama Selatan-Selatan yang paling berpengaruh di dunia sekarang.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok