Menlu Tiongkok Uraikan Konsep Diplomasi Negara Besar Berciri Khas Tiongkok

2017-03-08 16:08:23

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi hari ini (08/03) dalam rangkaian jumpa pers sidang tahunan KRN menjawab sejumlah pertanyaan wartawan mengenai kerja sama internasional Sabuk Sabuk Satu Jalan (One Belt One Road), hubungan antara Tiongkok dan AS, situasi semenanjung Korea dan konsep diplomasi negara besar berciri khas Tiongkok.

Mengenai forum puncak kerja sama internasional Satu Sabuk Satu Jalan yang akan digelar di Tiongkok pada Mei mendatang, Wang Yi mengatakan, meskipun inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan diajukan oleh Tiongkok, namun akan membawa keuntungan bagi sejumlah negara.

Menanggapi hubungan antara Tiongkok dan AS, Wang Yi mengatakan bahwa hubungan kedua negara sedang melangkah ke arah yang positif.

Belakangan ini situasi di semenanjung Korea meruncing, Wang Yi mengatakan bahwa baik Korut, maupun AS dan Korea Selatan hendaknya menahan diri. Sebagai langkah pertama, Korut menangguhkan kegiatan rudal dan nuklir, sedangkan AS dan Korsel menghentikan sementara latihan militer skala besar, dengan demikian baru dapat melepaskan diri dari kesulitan dan membawa berbagai pihak kembali ke atas meja perundingan.

Sedangkan mengenai hubungan antara Tiongkok dan Korsel, Wang Yi mengatakan, AS dan Korea Selatan bersikeras menempatkan sistem pertahanan anti rudal THAAD di Korsel, ini adalah masalah terbesar yang mempengaruhi hubungan Tiongkok dan Korsel.

Dalam jumpa pers kali ini, Wang Yi juga menyimpulkan konsep diplomasi negara besar berciri khas Tiongkok. Ia mengatakan, hendaknya tidak membeda-bedakan negara menjadi dua kubu, yaitu negara yang memimpin dan negara yang dipimpin. Negara besar hendaknya memikul lebih banyak tanggung jawab karena mempunyai lebih banyak sumber daya dan kapasitas. Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Tiongkok bersedia melaksanakan kewajibannya demi menjaga perdamaian dan kestabilan dunia. Sebagai komunitas ekonomi terbesar kedua di dunia, Tiongkok bersedia memberi kontribusi yang semestinya demi mendorong pertumbuhan ekonomi dunia. Dan sebagai negara berkembang terbesar di dunia, Tiongkok juga bersedia memainkan peranan yang lebih besar untuk menjaga hak dan kepentingan negara-negara berkembang.

Tahun ini Tiongkok menjabat sebagai negara ketua bergilir BRICS, Wang Yi mengatakan, melalui mekanisme BRICS, Tiongkok akan mengadakan dialog dan memperluas lingkaran pertemanan dengan negara-negara berkembang lainnya agar kerja sama BRICS menjadi platform kerja sama Selatan-Selatan yang paling berpengaruh di dunia.


Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok