Jumpa Pers Sidang ke-5 MPPR ke-12 Tiongkok Digelar

2017-03-03 12:11:20

Jumpa pers Sidang ke-5 Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat (MPPR) ke-12 Tiongkok kemarin (02/3) sore digelar di Balai Agung Rakyat Beijing, dengan dipimpin oleh juru bicara MPPR Tiongkok Wang Guoqing. Jubir itu mengumumkan bahwa Sidang ke-5 MPPR ke-12 Tiongkok akan dibuka pada hari Jumat (03/3) pukul 15:00 waktu setempat dan ditutup pada 13 Maret pagi. Saat ini berbagai persiapan telah berakhir. Sidang pembukaan, sidang penutupan dan tiga kali jumpa pers selama sidang itu terbuka untuk jurnalis dalam dan luar negeri.

Seputar masalah ekonomi Tiongkok, Wang Guoqing mengatakan, dilatarbelakangi melemahnya rehabilitasi perekonomian global, Produk Domestik Bruto (PDB)Tiongkok tercatat 70 triliun Yuan sepanjang 2016, menempati posisi terdepan di antara beberapa perekonomian utama di dunia, sekalian menjadi permulaan yang baik bagi "Repelita ke-13" Tiongkok. Kualitas maupun hasil guna pembangunan ekonomi Tiongkok telah meningkat lebih lanjut. Kontribusi ekonomi Tiongkok terhadap pertumbuhan ekonomi dunia tercatat 33,2 %, bukan saja menyediakan pasar yang besar tapi juga memberikan peluang kerja sama yang berharga kepada dunia.

Seputar inisiatif "Satu Sabuk Satu Jalan", Wang Guoqing mengatakan, "Satu Sabuk Satu Jalan" adalah usaha dunia yang memiliki nilai historis, inisiatif itu diajukan Tiongkok tapi menyejahterakan rakyat seluruh dunia dan semakin banyak negara-negara di dunia ambil bagian di dalamnya. Sejauh ini lebih dari 100 negara dan organisasi internasional ikut serta dalam inisiatif itu, di antaranya lebih dari 40 negara dan organisasi internasional telah menandatangani persetujuan kerja sama dengan Tiongkok. Selain itu, 56 zona kerja sama ekonomi dan perdagangan telah dibangun di 20 negara sepanjang "Satu Sabuk Satu Jalan"; nilai investasi secara akumulatif melampaui US miliar, merealisasi perpajakan senilai US dan menyediakan 160 ribu kesempatan kerja baru di negara-negara tersebut.

Tahun ini adalah tepat 20 tahun kembalinya Hong Kong ke Tiongkok. Terkait hal ini, Jubir itu mengatakan, politik "Satu Negara Dua Sistem" telah mencapai prestasi luar biasa dan mendapat apresiasi dunia. Pemeliharaan kedaulatan, keamanan dan kepentingan serta penjagaan kestabilan dan kemakmuran merupakan tujuan mendasar dalam politik "Satu Negara Dua Sistem".

Mengenai masalah Laut Tiongkok Selatan (LTS), Wang Guoqing mengatakan, pulau-pulau LTS adalah wilayah konheren yang dimiliki Tiongkok, konstruksi dan penempatan sarana pertahanan di wilayah sendiri adalah hal yang wajar. Sebagai negara perdagangan utama dan negara pesisir LTS yang terbesar di dunia, Tiongkok lebih-lebih mementingkan kebebasan pelayaran dan penerbangan di LTS dari pada negara manapun di dunia. "Ancaman Tiongkok terhadap kebebasan pelayaran" adalah "topik palsu" yang sengaja dibesar-besarkan negara-negara terkait di luar wilayah tersebut. Tiongkok dengan tegas memelihara kebebasan pelayaran dan penerbangan negara-negara di dunia berdasarkan hukum internasional, Tiongkok telah membentuk mekanisme kerja sama dengan sejumlah negara, demi menjamin keamanan pelayaran dan penerbangan di kawasan tersebut.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok