Kemendag Tiongkok Optimistis Terhadap Investasi Tiongkok di Luar Negeri Sepanjang 2017

2017-02-10 11:05:26

Investasi langsung Tiongkok di luar negeri sepanjang tahun 2017 diperkirakan akan melamban, namun tetap berada dalam kondisi stabil dan bergerak ke arah yang baik. Tiongkok berharap masyarakat internasional secara tegas menentang proteksionisme dan mendorong kemudahan investasi di tengah keterbukaan. Mengenai pelaksanaan Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan yang diprakarsai Tiongkok, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Xun Jiwen menjelaskan, Tiongkok akan terus mendorong pelaksanaan beberapa megaproyek untuk mencapai lebih banyak keuntungan.

Statistik dari Kementerian Perdagangan menunjukkan, investasi akumulatif Tiongkok di luar negeri, selain investasi di sektor moneter adalah sebesar US$ 170,11 miliar sepanjang 2016, atau meningkat 44,1 persen. Laju pertumbuhan itu merupakan tiga kali lipat dibanding tahun 2015. Volume investasi di luar negeri termasuk volume investasi di Amerika, Eropa dan Australia sama-sama telah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Akan tetapi, fenomena itu telah mengundang perhatian lembaga pengawasan di beberapa negara tertentu. Sebagian negara telah memperketat kebijakan dan peraturan tentang investasi asing di negerinya masing-masing.

Mengenai hal itu, Sun Jiwen mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir, fluktuasi pasar moneter dunia semakin meningkat. Investasi Tiongkok, khususnya investasi BUMN di beberapa negara tengah membentur tembok pembatas sehingga perusahaan Tiongkok menghadapi semakin banyak risiko dan unsur ketidakpastian dalam proses penanaman modal di luar negeri.

Mengenai investasi Tiongkok di luar negeri pada tahun ini, Sun Jinwen memperkirakan akan menunjukkan tren pelambanan, tapi secara keseluruhan tetap terpelihara stabil dan bergerak ke arah yang baik. Kementerian Perdagangan akan terus mendukung perusahaan Tiongkok untuk menanam modal di luar negeri. Sementara itu, juga akan memberi peringatan atas risiko yang mungkin dihadapi. Tiongkok berharap tiap negara secara tegas menentang proteksionisme dan mendorong kemudahan investasi dalam proses keterbukaan.

Sejak diajukan, Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan selalu menjadi sorotan dunia. Belum lama yang lalu sebuah lembaga menyatakan bahwa proyek-proyek yang terlaksana dalam kerangka Satu Sabuk Satu Jalan kemungkinan tidak menghasilkan manfaat. Menanggapi dugaan itu, Sun Jinwen menyatakan, proyek-proyek yang dikerjakan dalam kerangka Satu Sabuk Satu Jalan, khususnya sejumlah proyek infrastruktur memang memakan biaya besar dan memerlukan waktu yang lama, sehingga sulit balik modal dalam waktu dekat. Akan tetapi, jika dilihat dari jangka panjang, maka proyek-proyek itu berarti signifikan untuk meningkatkan tingkat konektivitas infrastruktur lokal. Ke depannya Tiongkok akan terus mendorong pelaksanaan Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan, memperkuat kerja sama dengan negara-negara di sepanjang jalur dan mengintensifkan pelaksanaan proyek-proyek tertentu agar dapat sedini mungkin membawa manfaat bagi negara dan rakyat setempat.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok