Tiongkok Tingkatkan Investasi pada Energi Terbarukan

2017-02-01 09:30:45

Tiongkok belum lama yang lalu telah meluncurkan Program Pengembangan Energi Alternatif Terbarukan selama Repelita ke-13. Dalam lima tahun ke depan, Tiongkok akan meningkatkan investasi pada energi terbarukan hingga 2,5 triliun yuan. Sementara itu, pemerintah pusat akan berupaya menyelesaikan masalah-masalah yang menghalangi perkembangan energi terbarukan di seluruh negeri.

Yang dimaksudkan energi alternatif terbarukan termasuk energi air, energi angin, energi solar, energi biologi, energi panas bumi dan energi maritim. Wakil Direktur Badan Energi Nasional Li Yangzhe menjelaskan, Tiongkok menargetkan pengembangan energi terbarukan sebagai komponen utama energi dan tenaga listrik Tiongkok selama pelaksanaan Repelita ke-13 dari 2016 hingga 2020. Ia mengatakan, kapasitas terpasang pembangkit listrik di Tiongkok akan mencapai 425.000 megawatt dalam lima tahun pelaksanaan Repelita ke-13. Sampai 2020, energi terbarukan yang dimanfaatkan secara komersial akan mencapai level setara 580 juta ton batu bara. Ditambah listrik tenaga nuklir, maka target konsumsi 15 persen energi non fosil pada dasarnya akan tercapai pada 2020. Tiongkok menargetkan konsumsi energi non fosil sebesar 20 persen pada tahun 2030.

Menurut Program Pengembangan Energi Alternatif Terbarukan terebut, dalam lima tahun mendatang, investasi di bidang energi terbarukan di seluruh negeri akan mencapai 2,5 triliun yuan. Perkembangan energi terbarukan akan membawa efisiensi sosial yang semakin menonjol bagi ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup. Li Yangzhe menambahkan, sampai pada waktunya, pemanfaatan energi terbarukan di Tiongkok akan mengurangi 1,4 miliar ton emisi karbon dioksida, 10 juta ton sulfur dioksida dan 4,3 juta ton zat Nox serta debu asap sebesar 5,8 juta ton. Sementara itu penghematan air akan mencapai 3,8 miliar meter kubik. Sektor energi terbarukan diperkirakan akan menciptakan 13 juta lapangan kerja baru.

Walaupun energi terbarukan mempunyai proyeksi perkembangan kondusif, namun dilihat dari seluruh dunia, energi terbarukan masih belum bisa berkembang tanpa subsidi. Masalah itu juga terdapat di Tiongkok, bahkan sudah terjadi penunggakan subsidi. Masalah itu telah secara serius mempengaruhi perkembangan berkelanjutan industri energi terbarukan.

Program Pengembangan Energi Terbarukan menetapkan, berbagai daerah harus menetapkan indeks konsumsi energi terbarukan dalam konsumsi total energi masing-masing daerah, berkomitmen membeli seluruh listrik yang dihasilkan melalui energi terbarukan dan lain sebagainya. Direktur Energi Baru Badan Energi Nasional Zhu Ming mengungkapkan, ke depannya Tiongkok akan memberlakukan mekanisme transaksi berdasarkan sertifikat energi terbarukan untuk menjamin pemasokan dana yang cukup dalam perkembangan energi terbarukan.

Zhu Ming mengatakan, untuk mengurangi beban pemerintah pusat dalam pemberian subsidi, program tersebut mewajibkan perusahaan pembangkit listrik dan perusahaan penjual listrik menyetor dana tertentu melalui pembelian “sertifikat hijau”, sebagai bukti telah menunaikan kewajiban berdasarkan “kuota” yang ditetapkan dalam proses pengembangan energi terbarukan. Dana yang dikumpulkan melalui penjualan “sertifikat hijau” itu akan digunakan untuk menunjang perkembangan industri energi terbarukan. Langkah itu akan dilaksanakan bersama kebijakan lainnya untuk mengurangi beban pemerintah pusat dalam pemberian subsidi langsung kepada sektor energi terbarukan.

Menurut Program tersebut, sampai 2020, tarif listrik tenaga angin akan bersaing langsung dengan tarif listrik tenaga uap batu bara, dan tarif listrik yang dihasilkan melalui panel tenaga surya dapat bersaing dengan tarif listrik yang dijual melalui jaringan transmisi tenaga listrik. Analis berpendapat, kebijakan itu telah mengeluarkan sinyal bahwa pemerintah pusat bertekad mendorong perkembangan industri energi terbarukan melalui inovasi atau kemajuan teknologi agar sektor energi terbarukan bisa sedini mungkin terbebas dari tunjangan atau subsidi anggaran belanja pemerintah pusat.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok