Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok 2017 Ditargetkan sekitar 6,5%

2016-12-20 11:35:08

Buku Biru yang kemarin (19/12) dipublikasikan Akademi Ilmu Sosial Tiongkok memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2017 akan naik turun di ruang fluktuasi rasional di bawah situasi normal baru, dan tidak akan terjadi pendaratan keras pada ekonomi Tiongkok. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok pada 2017 ditargetkan sekitar 6,5%. Buku biru itu berpendapat, Tiongkok akan terus menurunkan perpajakan makro, memperkuat kebijakan keuangan proaktif, memelihara kebijakan moneter yang longgar secara moderat, dan meningkatkan transformasi moneter untuk mencegah resiko.

Menurut buku biru itu, pada 2016, pertumbuhan perdagangan dunia mencetak rekor terendah sejak 2009, pertumbuhan ekonomi dunia pun kurang dari pada targetnya, namun ekonomi global secara keseluruhannya memelihara kecenderungan rehabilitasi. Mengenai kondisi ekonomi Tiongkok pada 2016, periset dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok Lou Feng mengatakan:

"Pertama, pertumbuhan Tiongkok pada 2016 relatif stabil dan skala fluktuasinya tidak besar. Kedua, tekanan deflasi menurun tapi faktor inflasi meningkat. Ketiga, investasi aset tetap menurun tajam, investasi swasta naik cepat. Keempat, kredit pembelian rumah naik terlalu cepat tapi kredit jangka panjang dan menengah perusahaan menurun nyata. Kelima, neraca pembayaran internasional pada pokoknya seimbang, tapi cadangan devisa berkurang terus, tekanan devaluasi Renminbi menjadi lebih besar."

Buku biru itu menganalis, volume penjualan ritel konsumsi 2017 akan tercatat sekitar 36,2 triliun Yuan Renminbi, atau naik 8,8 % dari pada 2016. Penurunan pertumbuhan itu akan mengecil. Investasi aset tetap seluruh sosial akan tercatat 67,1 triliun Yuan Renminbi, atau naik nyata 8,7%. Pertumbuhan itu menurun sedikit dari pada sebelumnya, hal itu terutama disebabkan oleh penurunan investasi di bidang properti.

Buku biru itu berpendapat, sekarang ini, tekanan penurunan ekonomi Tiongkok tetap berada, ke depan hendaknya meningkatkan intensitas kebijakan moneter yang proaktif, secara komprehensif menggunakan kebijakan mata uang dan inovasi, sementara itu memelihara moneter perbankan "yang agak longgar".


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok