Tiongkok Akan Perlonggar Akses Masuknya Modal Asing

2016-09-01 11:30:33

Sidang Komite Tetap KRN Tiongkok kemarin (31/8) mendengarkan laporan Dewan Negera mengenai pelaksanaan rencana pembangunan ekonomi dan sosial nasional, serta laporan mengenai penerapan anggaran tahun ini. Sebagai nadi ekonomi Tiongkok, kedua laporan itu mengemukakan langkah pendorongan perdagangan luar negeri, termasuk akan terus memperlonggar akses masuknya modal asing, meningkatkan keterbukaan industri jasa dan industri manufaktur umum, dengan sungguh-sungguh mendorong pembangunan “Satu Sabuk Satu Jalan” serta kerja sama kapasitas produksi internasional dan lain sebagainya.

 Terdampak oleh faktor-faktor seperti ekonomi global yang melesu dan proteksionisme perdagangan yang semakin menjadi-jadi, perdagangan luar negeri Tiongkok tahun 2016 menghadapi tekanan penurunan yang relatif besar. Namun, di bawah pengaruh berbagai kebijakan baru untuk mendorong perdagangan luar negeri, skala penurunan perdagangan luar negeri dipersempit dan menunjukkan kondisi stabil. Khususnya “Satu Sabuk Satu Jalan” dan kerja sama kapasitas produksi internasional telah menginjeksikan dinamika baru ke dalam perdagangan luar negeri Tiongkok. Menteri Komisi Pembangunan dan Reformasi Negara Tiongkok Xiu Shaoshi dalam laporannya mengenai pelaksanaan rencana pembangunan ekonomi dan sosial nasional mengatakan, pembangunan “Satu Sabuk Satu Jalan” dan kerja sama kapasitas produksi internasional didorong dengan sungguh-sungguh, dan kini lebih dari 70 negara dan organisasi internasional ikut serta dalam pembangunannya, selain itu, lebih dari 30 negara telah menandatangani persetujuan kerja sama mengenai pembangunan bersama “Satu Jalan Satu Sabuk”. Tiongkok sendiri telah menandatangani persetujuan kerja sama kapasitas produksi dengan lebih dari 20 negara. 6 koridor kerja sama ekonomi internasional telah mencapai hasil tahap awal dan proyek titik berat di bidang jalur kereta api, pembangkit listrik tenaga nuklir, besi dan baja juga dipercepat.

 Laporan menunjukkan, menurut ramalan tahap pertama sekarang ini, adalah sangat sulit untuk merampungkan target perdagangan luar negeri yang diharapkan tahun ini, sehingga dibutuhkan upaya gigih. Pada paruh kedua tahun ini, tingkat keterbukaan harus ditingkatkan lebih lanjut, guna memperlonggar akses masuknya modal asing.

 Ketika menyinggung titik berat pekerjaan keuangan tahap selanjutnya, laporan Dewan Negara mengenai penerapan anggaran belanja juga mengemukakan hendaknya melaksanakan kebijakan keuangan yang proaktif dan mendorong pemulihan perdagangan luar negeri.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok