Rangkaian Pertemuan Menlu Kerja Sama Asia Timur Peroleh Tanggapan Positif Media Utama Dunia

2019-08-05 10:11:05

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-52 dan rangkaian pertemuan Kerja Sama Asia Timur yang ditutup belum lama lalu telah memperoleh penilaian positif dari media-media asing. mereka menunjukkan, rangkaian pertemuan tersebut telah menyampaikan pesan yang mendukung multilateralisme dan perdagangan bebas serta integrasi ekonomi regional.

Kantor berita AFP memberitakan, para pejabat peserta pertemuan menyatakan, perdagangan bebas sangat dibutuhkan kawasan ini. Walaupun pertemuan kali ini mengangkat aneka topik pembahasan, namun terutama berfokus pada masalah perdagangan dan pengaruh sengketa perdagangan terhadap ekonomi global serta peluangnya bagi negara-negara ASEAN.

Harian Lianhezaobao Singapura melaporkan, 80 persen naskah perjanjian RCEP sudah selesai dibahas, termasuk masalah akses pasar yang paling sulit. Perjanjian RCEP diharapkan ditandatangani oleh para pemimpin dalam KTT Asia Timur di Bangkok pada November mendatang.

Media asing menunjukkan, pada sepuluh tahun yang lalu, Tiongkok selalu merupakan mitra perdagangan terbesar bagi ASEAN, sekaligus mitra perdagangan terbesar bagi Vietnam, Malaysia, Singapura dan Indonesia. Data pada paro pertama tahun 2019 memperlihatkan bahwa ASEAN sudah menggeser AS menjadi mitra perdagangan terbesar kedua bagi Tiongkok. Berbeda dengan perdagangan barang yang tradisional, BRF atau inisiatif Sabuk dan Jalan yang digagaskan oleh Tiongkok sudah menunjukkan arah bagi kerja sama berbagai negara dengan Tiongkok. BRF tidak mengusahakan manfaat jangka pendek, melainkan mengutamakan kesinambungan perkembangan, sehingga menimbulkan daya menarik kuat bagi ASEAN yang selama ini terus mengusahakan perkembangannya.

Media asing juga mencatat bahwa perkataan mengenai masalah Laut Tiongkok Selatan dan Bendungan Sungai Mekong yang dilontarkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di sela-sela rangkaian pertemuan ASEAN. Kantor berita Reuters mengutip perkataan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi bahwa negara ekstra-regional seharusnya tidak membesar-besarkan perselisihan peninggalan sejarah, juga tidak boleh menggunakan perselisihan tersebut untuk menanam bibit ketidakpercayaan antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN.

Media-media asing termasuk Radio Internasional Perancis dalam laporannya menyatakan, masalah Laut Tiongkok Selatan semakin dikesampingkan karena berbagai pihak sudah menaruh perhatiannya pada peluang perkembangan di tengah maraknya sengketa perdagangan.

Media asing berpendapat bahwa Tiongkok sekarang tidak hanya terus menjaga kontak ekonomi dan perdagangannya dengan ASEAN, lebih-lebih telah mengajukan konsep perpaduan atau integrasi ekonomi yang menjangkau jauh dan berusaha membina komunitas senasib sepenanggungan ekonomi dengan ASEAN, sehingga terjalin hubungan saling bergantung antara satu sama lain.

Radio Internasional Perancis melaporkan bahwa negara-negara ASEAN menyatakan sambutan atas komitmen Tiongkok untuk mengakhiri negosiasi Kode Etika Perilaku (CoC) Laut Tiongkok Selatan dalam waktu tiga tahun mendatang.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok