Perusahaan Teknologi Finansial Tiongkok Berebut Mendarat di Asia Tenggara

2019-06-19 12:44:29

Perusahaan teknologi finansial Tiongkok yang terdepan di dunia tengah menuju luar negeri, dan Asia Tenggara telah menjadi tempat tujuannya. Raksasa internet seperti Baidu, Alibaba, Tencent dan Jingdong dan perusahaan iptek moneter seperti Lufax, Creditease dan HengChang juga membidik Asia Tenggara.

Asia Tenggara adalah pasar yang sedang dalam masa pertumbuhan dan relatif stabil, ini merupakan salah satu sebab utama perusahaan teknologi finansial Tiongkok mendarat di Asia Tenggara. Sebuah penelitian bersama Google dan Temasek menunjukkan, skala ekonomi internet Asia Tenggara pada tahun 2025 diperkirakan akan menerobos 240 miliar dolar Amerika. Seiring dengan perkembangan ekonomi internet, teknologi finansial semakin mendapat perhatian di pasar Asia Tenggara.

Laporan keadaan perkembangan teknologi finansial Asia Tenggara sat ini yang dikemukakan Kota Moneter dan Hengchang baru-baru ini menunjukkan, seiring dengan didorongnya pembangunan Sabuk dan Jalan, semakin banyak perusahaan Tiongkok yang menjadikan Asia Tenggara sebagai pilihan utama menuju dunia luar. Sementara itu, faktor-faktor berpotensi besar seperti geografi, populasi dan perkembangan ekonomi memungkinkan Asia Tenggara untuk menjadi kancah pertarungan perusahaan teknologi finansial Tiongkok.

Analisa menunjukkan, diferensiasi perkembangan teknologi finansial berbagai negara Asia Tenggara sangat nyata. Kinerja Singapura paling menonjol dan perkembangannya di berbagai bidang memimpin secara menyeluruh. Indonesia dan Filipina sebagai pasar teknologi finansial emerging besar, jumlah populasi dan tingkat popularitas internetnya tinggi, dan potensi perkembangannya besar. Pasar Vietnam dan Kamboja masih dalam tahap permulaan dan perkembangan bisnis teknologi finansialnya terbatas, ke depannya, diharapkan kekuatan modal dapat membantu perkembangan perusahaan mereka yang baru.

Menghadapi tantangan yang dihadapi perusahaan Tiongkok seperti perbedaan kebudayaan pengawasan berbagai negara Asia Tenggara, kurangnya tenaga ahli tipe internasional, sulitnya lokalisasi dan proteksi privasi data, laporan-laporan tersebut mengemukakan beberapa usulan.

Contohnya, karena terdapat taraf perbedaan yang tidak sama antar berbagai negara Asia Tenggara di bidang bahasa, kebijakan, kebiasaan konsumsi dan level perkembangan ekonomi, perusahaan Tiongkok hendaknya menyusun strategi perkembangannya dengan baik. Baik kerja sama lembaga maupun perluasan pasar, harus bertahan dalam jangka panjang dan terus melakukan perpaduan serta tak boleh mengikuti pengalaman dalam negeri dalam proses pengembangan bisnis.

Selain itu, perusahaan Tiongkok hendaknya aktif berpartisipasi dalam asosiasi disiplin diri sektor usaha dan platform pertukaran setempat dalam keadaan yang sepenuhnya mengenal kebijakan negara tujuan dan pasar setempat, melakukan pertukaran dan kerja sama dengan rekan sesama industri, melakukan bisnis yang sesuai peraturan dan hukum setempat, dan semaksimal mungkin merekrut karyawan setempat agar dapat lebih cepat berintegrasi dalam pasar setempat.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok