Prayut Dipilih Terplih Kembali sebagai PM Thailand

2019-06-06 13:15:16

Ketua Parlemen Thailand Chuan Leekphai kemarin (5/6) malam dalam sidang tetap pertama majelis tinggi dan majelis rendah di Bangkok mengumumkan, Prayut Chan-ocha terpilih kembali sebagai perdana menteri baru Thailand dengan perolehan suara lebih dari separoh. Dalam pemungutan suara kali ini, Prayut Chan-ocha memperoleh 500 suara, sementara lawannya, yaitu Ketua FFP (Future Forward Party) Thanathorn Juangroongruangkit memperoleh 244, selain itu ada  3 suara blangko.

Sejumlah 747 anggota majelis tinggi dan majelis rendah Thailand menghadiri sidang tersebut untuk memilih perdana menteri baru. Setelah dimulainya sidang tersebut, Partai Palang Pracharat segera mencalonkan Prayut Chan-ocha sebagai perdana menteri baru, sementara FFP mendukung Thanathorn Juangroongruangkit. Pemungutan suara diadakan setelah perdebatan antara kedua pihak yang berlangsung selama sekitar 11 jam.

Pada tahun 2014, pihak militer Thailand melancarkan kudeta, dan menggulingkan pemerintah Partai Pheu Thai yang dipimpin oleh Mantan Perdana Menteri Yingluck. Kemudian Panglima Angkatan Darat Prayut Chan-ocha memimpin dan membentuk Komisi Pemeliharaan Perdamaian dan Ketertiban Nasional. Dia menjabat sebagai perdana menteri hingga kini.

Sebagai partai kawakan, Partai Demokrasi Thailand hari Selasa lalu (4/6) memutuskan bergabung dalam kubu yang mendukung Prayut. Sebelum sidang parlemen hari Rabu kemarin (5/6), Mantan Perdana Menteri merangkap Mantan Ketua Partai Demokrasi Thailand, Aphisit Wetchachiwa mengumumkan bahwa ia meletakkan jabatan anggota parlemen. Menurut Aphisit, waktu menjabat sebagai Ketua Partai Demokrasi, dia telah mengumumkan tidak mendukung Prayut melanjutkan jabatannya sebagai perdana menteri. Namun sekarang dia tak dapat tidak  mengubah keputusan partainya untuk mendukung pemerintah militer, dia hanya dapat meletakkan jabatan untuk memelihara kehormatan Partai Demokrasi dan kehormatan dirinya sendiri.

Dalam pemilu kali ini Partai Demokrasi Thailand memperoleh empat juta suara, dan mendapat 53 dari 500 kursi dalam majelis rendah parlemen. Namun, karena persekutuan 7 partai termasuk Partai Pheu Thailand dan kubu yang mendukung Prayut kedua-duanya tidak mendapat lebih dari setengah kursi dalam majelis rendah, maka Partai Demokrasi yang memegang 53 kursi menjadi batu timbang penting dalam timbangan antara kedua pihak. Menurut laporan media Thailand, setelah Aphisit meletakkan jabatannya, 6 anggota parlemen lainnya yang berasal dari Partai Demokrasi juga mengumumkan peletakan jabatan.



Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok