Sambut Hari Kebangkitan Nasional: PPI Asia Oseania Susun Rekomendasi Program Kontribusi Pembangunan Desa

2019-05-21 10:40:29

Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Asia Oseania baru saja selesai dilaksanakan kemarin (19/05). Para delegasi yang terdiri dari beberapa negara Asia Oseania berhasil membuat beberapa trobosan dalam rangkaian rapat tersebut, salah satunya adalah rapat terbatas pembahasan Rekomendasi Program PPI untuk berkontribusi dalam Pembangunan Desa - Desa di Indonesia.

Pembahasan rapat tersebut adalah langkah awal untuk realisasi akselerasi revolusi industri nasional di Indonesia. Pada rapat terbatas tersebut, dipandang bahwa pembangunan desa adalah salah satu ujubg tombak dadi revolusi industri 4.0. Fadlan Muzakki, Ketua Umum PPI Tiongkok, berpendapat bahwa ini harus menjadi perhatian khusus bagi pelajar di Indonesia di luar negeri untuk kontribusi ke desa masing-masing.

Oleh karenanya, kami menyusun rekomendasi ini agar dapat diimplementasikan di Perhimpunan kami, tambahnya.

Rapat terbatas tersebut adalah follow up dari diskusi panel yang dibawakan oleh Budiman Sujatmiko, Inisiator dari Inovator 4.0. Pada diskusi tersebut pelajar Indonesia membahas topik mengrnai bagaimana membangun generasi muda kreatif dan inovatif dalam menghadapi persaingan global.

Nanti akan ada campaign yang mengajak lulusan luar negeri untuk kembali ke desa, melihat permasalahan di desa, lalu membuat usulan dan solusi atas permasalahan tersebut. Selain itu juga, pelajar Indonesia diluar negeri dapat mendorong implementasi Badan Usaha Milik Desa (bumdes) agar desa-desa tersebut dapat mandiri.

Muhammad Syaban, Ketua PPI Jepang, menambahkan bahwa PPI Jepang juga punya program serupa yang memberangkatkan mahasiswa Indonesia S3 di Jepang untuk ke daerah 3T. Tujuannya adalah melakukan observasi dan penelitian mengenai keadaan daerah dan masalah-masalah yang dihadapi oleh daerah tersebut. Lalu, hasil kajian tersebut direalisasikan dalam bentuk program

Hakam Junus, Ketua PPI Australia menyampaikan bahwa gagasan ini timbul untuk memperingati hari kebangkitan nasional di hari ini.

Wakil ketua PPI Thailand, Alim Bubu Swarga menambahkan bahwa Program ini sangat memungkinkan dilaksanakan karena adanya program dana desa yang telah di implementasikan oleh pemerintah. Selain itu, program ini dapat membuat alokasikan dana desa ini semakin terarah yang salah tujuan utamanya adalah menyelesaikan masalah ekonomi masyarakat desa dengan menghidupkan kembali Bumdes ini.

Walaupun demikian, segala usulan ini akan dibawa ke Simposium Internasional PPI Dunia yang akan dilaksanakan di Malaysia, 10-14 Juli 2019. Nantinya rekomendasi akan dibahas dan dikembalikan ke floor apakah itu akan disetujui atau tidak, ungkap Galant albarok, Koordinator PPI Dunia Kawasan Asia Oseania.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok