Perekonomian Indonesia Berpotensi Tumbuh Pesat

2019-04-17 11:14:07

Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan World Economic Outlook edisi barunya merevisi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini dan tahun depan menjadi 5,2 persen. Sebelumnya data yang dirilis Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) menyatakan bahwa tetumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu sebesar 5,17 persen, lebih tinggi daripada prediksi pasar, juga lebih tinggi daripada laju pertumbuhan tahun 2017.

Analis berpendapat, membaiknya indikator ekonomi makro berarti perekonomian Indonesia cukup tangguh di tengah latar belakang melambannya laju pertumbuhan ekonomi global, dan diperkirakan akan terus memelihara momentum pertumbuhan yang relatif pesat dalam beberapa tahun mendatang.

Sebagai informasi, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia terus memfokuskan pembangunan ekonomi sebagai salah satu tugas utamanya, dan untuk itu telah melaksanakan serangkaian reformasi, termasuk mengurangi subsidi BBM guna meringankan beban anggaran fiskal, secara besar-besaran melakukan pembangunan infrastruktur di seluruh negeri, menurunkan ongkos logistik dan meningkatkan efisiensi produksi. Pemerintah di bawah pimpinan Jokowi juga berusaha menyederhanakan regulasi penanaman modal guna menyerap penanaman modal asing.

IMF dalam laporannya mengatakan, indeks harga barang Indonesia terus anjlok, dan tekanan inflasinya juga menurun. Menurut data statistik terbaru BPS, pada Maret lalu, tingkat inflasinya adalah sebesar 2,48 persen, yang merupakan taraf terendah dalam sepuluh tahun terakhir. Sementara itu, tingkat pengangguran sudah menurun hingga 5,34 persen, yang juga merupakan angka terendah sejak krisis moneter Asia pada 1998.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi domestik telah berperan semakin penting dalam mendukung perkembangan ekonomi Indonesia. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) baru-baru ini menyatakan bahwa ekonomi Indonesia telah memelihara momentum pertumbuhan yang memuaskan berkat rendahnya tingkat pengangguran dan inflasi serta pengoperasian efektif program-program yang dilakukan pemerintah untuk menyejahterakan rakyatnya.

Di bidang perdagangan luar negeri, pada tahun lalu, Indonesia mengimpor banyak bahan bakar minyak dari luar negeri sehingga memperburuk defisit perdagangan. Akan tetapi, menurut para analisis, defisit itu termasuk defisit positif, apa lagi tetap dalam batas terkontrol. Selain itu, berkat prosedur ekspor yang terus disederhanakan, serta meningkatnya konektivitas dalam negeri dan devaluasi mata uang Rupiah, pangsa pasar yang dimiliki Indonesia di pasar ekspor global terus diperkokoh biarpun mitra-mitra perdagangan tradisionalnya mengalami pertumbuhan ekonomi yang melamban dan perdagangan internasional penuh ketidakpastian. Tapi bagaimana pun perekonomian Indonesia tetap menghadapi risiko mengalir keluarnya modal dari pasar domestik. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Bank Indonesia akan terpaksa mengambil kebijakan kontraksi fiskal sehingga akan menekan konsumsi dalam negeri dan membawa dampak negatif bagi perekonomian Indonesia.



Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok