Koridor Ekonomi Tiongkok-Myanmar Mainkan Peranan Contoh Bagi Pembangunan “Sabuk dan Jalan”

2019-02-21 11:40:36

Komisi Pembimbing Pelaksanaan “Sabuk dan Jalan ” Myanmar hari Senin (18/2) mengadakan sidang pertama. Pendirian komisi tersebut bertujuan untuk melakukan urusan terkait pembangunan bersama koridor ekonomi Tiongkok-Myanmar di bawah proposal “sabuk dan jalan”. Penasihat Senior Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi memangku jabatan ketua komisi tersebut.

Usulan pembangunan koridor ekonomi Tiongkok-Myanmar diajukan pada November tahun 2017. Koridor tersebut bertolak dari Provinsi Yunnan Tiongkok, melintasi perbatasan Tiongkok-Myanmar, menuju arah selatan, yaitu Mandalay, kemudian masing-masing ke arah timur, yaitu Kota Baru Yangon, dan ke arah barat, yaitu zone khusus ekonomi Kyaukpyu. Pembangunan koridor ekonomi Tiongkok-Myanmar akan menghubungkan daerah yang paling miskin dengan daerah yang maju di Myanmar, guna mendorong perkembangan seimbang daerah.

Usulan Tiongkok mendapat tanggapan positif dari pihak Myanmar. Melalui penelitian kelayakan, pada bulan September tahun 2018, pemerintah kedua negara menandatangani MoU tentang pembangunan koridor ekonomi. Pada bulan Oktober, kedua negara menandatangani MoU tentang penelitian kelayakan pembangunan proyek jalan kereta api dari Muse ke Mandalay, salah satu jalur darat dalam koridor ekonomi. Pada bulan November, persetujuan kerangka proyek pembangunan pelabuhan air dalam zone khusus ekonomi Kyaukpyu sebagai proyek utama koridor ekonomi telah ditandatangani secara resmi. Pada bulan Desember, Komisi Pembimbing Pelaksanaan “Sabuk dan Jalan” Myanmar didirikan, fungsinya mencakup koordinasi antara pemerintah Federal Myanmar dengan pemerintah berbagai tingkat serta kebijakan terkait dalam proses membimbing partisipasi dalam pembangunan bersama “sabuk dan jalan”.

Duta Besar Tiongkok untuk Myanmar, Hong Liang menunjukkan, dalam kerangka komisi gabungan koridor ekonomi, kedua pihak telah membentuk 12 tim kerja gabungan, guna mendorong kerja sama di berbagai bidang. Badan terkait kedua negara sedang menyusun rancangan pembangunan koridor ekonomi. Kini, perusahaan kedua negara bersikap positif untuk berpartisipasi dalam pembangunan koridor ekonomi, kamar dagang perusahaan Tiongkok di Myanmar telah membuka kantor di Naypyitaw, berkoordinasi dengan badan terkait pemerintah Myanmar, bersama-sama mendorong pembangunan koridor ekonomi.

Aung San Suu Kyi dalam pidatonya hari Senin menyatakan, “sabuk dan jalan” tidak saja mencakup pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjangkau bidang yang luas, Myanmar terletak di garis sepanjang “sabuk dan jalan”, bagi Myanmar dan seluruh kawasan, ikut serta dalam pembangunan “sabuk dan jalan” akan mendapat peluang yang manfaat.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok