BMKG Ungkap Penyebab Tsunami di Selat Sunda

2018-12-25 10:59:34

BMKG Ungkap Penyebab Tsunami di Selat Sunda

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyimpulkan bahwa tsunami di Selat Sunda pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu disebabkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menurut Dwikorita, gunung anak Krakatau terpantau erupsi pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Eruspi diikuti dengan tremor dan gempa vulkanik. Ternyata, gempa vulanik ini memicu terjadinya kolaps atau longsoran di bawah laut.

"Setelah dianalisis kekuatan guncangan setara magnitudo 3,4. Epicentrium (titik pusat gempa) berada di Gunung Anak Krakatau," kata Dwikorita dalam keterangan pers di kantor BMKG, Jakarta, Senin (24/12/2018).

Dwikorita mengatakan kolaps atau longsor itu ternyata meluas hingga 64 hektar di bawah laut. Akibatnya terjadi pergerakan gelombang air laut hingga menimbulkan tsunami.

Seorang pejabat BMKG menyatakan, Gunung Anak Krakatau masih meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi ratusan meter. Dia menghimbau masyarakat untuk menjauhkan diri dari pantai.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pada saat musim libur, banyak wisatawan maupun masyarakat di sekitarnya menghabiskan waktu di tempat wisata seperti di pesisir pantai. Tsunami terjadi tanpa tanda-tanda peringatan dini, sehingga wisatawan yang berada di bibir pantai diterjang seketika oleh tsunami, bangunan di sekitar pantai juga banyak mengalami kerusakan.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok