Li Keqiang Sampaikan Pidato di Depan Singapore Lecture

2018-11-14 11:09:00

Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang pagi tadi (13/11) waktu setempat di Singapore Lecture menyampaikan keynote speech yang berjudul “Bersama-sama Menciptakan dan Menikmati Kemakmuran dalam Keterbukaan dan Keterpaduan” dan telah menjawab pertanyaan. Acara tersebut dihadiri oleh Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Singapura, Teo Chee Hean.

Li Keqiang menyatakan, hubungan Tiongkok-Singapura kini berkembang stabil, kerja sama pragmatis terus dimajukan. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan kunjungan kenegaraan terhadap Singapura pada tahun 2015, kedua negara telah menjalin Kemitraan Kerja Sama Serba Bidang yang Maju Dengan Zaman. Selama 40 tahun sejak dilaksanakannya kebijakan Reformasi dan Keterbukaan di Tiongkok, berbagai kalangan Singapura telah berpartisipasi dalam proses itu, sehingga berhasil mewujudkan saling menguntungkan dan kemenangan bersama dengan Tiongkok. Kunjungan saya kali ini bertujuan untuk bersama dengan pihak Singapura mengumpulkan pengalaman, mencapai kesepahaman, memperdalam kerja sama, dan memajukan hubungan Tiongkok-Singapura ke tahap baru.

Li Keqiang menunjukkan, situasi politik dan ekonomi internasional kini sangat rumit, ketidakpastian telah bertambah. Meninjau kembali lebih dari 70 tahun terakhir ini sejak berakhirnya Perang Dunia II, perdamaian dunia pada umumnya terpelihara, populasi miskin terus berkurang, itu berkat multilateralisme, tata tertib internasional yang berdasarkan peraturan serta perdagangan bebas. Dalam situasi sekarang ini, kita hendaknya mempertahankan prisnip multilateralisme, hendaknya mempertahankan prinsip yang saling menghormati, bekerja sama secara saling menguntungkan serta kesetaraan antara negara besar dan kecil, hendaknya mempertahankan pula penyelesaian perselisihan dan kontradiksi melalui konsultasi yang adil. Tiongkok mempertahankan perdagangan bebas, dan juga mendukung keadilan perdagangan, kebebasan adalah prasyarat perdagangan adil, perdagangan yang kurang adil itu tidak mungkin diadakan secara berkelanjutan. Masalah yang muncul di dalam proses globalisasi dan perdagangan bebas itu hendaknya dipandang dengan perspektif yang berkembang, dan diselesaikan dengan pendekatan reformasi, tapi tidak boleh melanggarkan peraturan dasar multilateralisme dan perdagangan bebas. Arah perkembangan peradaban umat manusia adalah jelas, meskipun harus mengalami kesulitan, tapi kita pasti dapat mengatasi kesulitannya asal melakukan upaya bersama.

Li Keqiang menekankan, kali ini saya akan menghadiri pula Pertemuan Rangkaian Pemimpin Kerja Sama Asia Timur di Singapura, lebih lanjut mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-ASEAN. RCEP akan menutupi separuh populasi sedunia dan hampir sepertiga volume perdagangan seluruh dunia, dan ini adalah persetujuan perdagangan bebas yang dicapai menurut peraturan WTO, dan berfaedah bagi pendorongan pengintegrasian ekonomi negara-negara kawasan. Tiongkok akan mengambil sikap yang saling menguntungkan dan luwes untuk terus mendorong perundingan dengan berbagai pihak. Diharapkan agar berbagai pihak dapat mencapai persetujuan yang menyeluruh, modern, berlevel tinggi dan saling menguntungkan dengan upaya bersama dan mengakhiri perundingan pada tahun 2019. Kini, situasi LTS cenderung mantap, Tiongkok bersedia berupaya bersama dengan berbagai negara ASEAN, melaksanakan Deklarasi Aksi Berbagai Pihak LTS' secara menyeluruh dan efektif, berupaya menyelesaikan konsultasi COC dalam tiga tahun mendatang, dan mendorong perdamaian dan perkembangan regional.

Li Keqiang menunjukkan, Tiongkok akan dengan teguh tak tergoyangkan meneruskan jalan perkembangan damai, bertetangga rukun dan bermitra, mendorong hubungan dengan negara-negara sekawasan berdasarkan bersikap tulus, jujur, preferensial dan inklusif. Reformasi Tiongkok pada masa depan akan semakin menguat, pintu gerbang Tiongkok juga akan terbuka semakin besar. Kami menyambut perusahaan Singapura dan berbagai negara ASEAN mengambil kesempatan, meningkatkan investasi ke Tiongkok. Ke depan, Tiongkok bersedia bergandengan tangan dengan Singapura, mendorong pembangunan bersama inisiatif ‘Satu Sabuk Satu Jalan', menciptakan platform interkoneksi, dukungan finansial dan kerja sama tiga pihak, agar mendorong hubungan Tiongkok-ASEAN dan kerja sama berkembang terus ke depan, dan memberi sumbangan baru untuk mendorong perdamaian, kestabilan dan kemakmuran Asia dan dunia.

Li Keqiang juga menjawab pertanyaan para tamu hadirin mengenai hubungan Tiongkok-Singapura, kerja sama inovasi, hubungan Tiongkok-AS dan kerja sama Tiongkok-ASEAN. 500 lebih hadirin dari berbagai kalangan Singapura memberi tepuk tangan berulang kali selama Li Keqiang berpidato. Anggota yang juga Sekjen Dewan Negara Xiao Jie menghadiri kegiatan tersebut.



Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok