Apa Sebabnya Gempa Bumi dan Tsunami Sulteng Akibatkan Korban Jiwa Dalam Jumlah Besar

2018-10-02 10:39:53

Gempa bumi berkekuatan 7,4 pada skala Richter yang terjadi di Sulawesi Tengah pada 28 September lalu beserta tsunami yang dipicunya mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah sangat besar. Angka yang dikonfirmasi adalah 844 orang hingga saat ini.

Indonesia terletak di tengah-tengah Sabuk Gempa Pasifik atau Cicin Api Pasifik dan sering kali dilanda bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi dan tsunami. Bencana tsunami Samudera Hindia pada 2004 yang menghantam Asia Tenggara dan Afrika Timur total mengakibatkan 200 ribu orang tewas. Indonesia adalah salah satu negara yang paling parah dilanda tsunami pada 2004. Pada 28 September lalu, tsunami sekali lagi menghantam Indonesia dan menjatuhkan banyak korban jiwa. Menurut para pakar, sebabnya tak terpisahkan dari tidak berfungsinya sistem peringatan dini dan topografi istimewa di mana letaknya kota Palu. Apa lagi sebab terjadinya tsunami kali ini juga termasuk yang langka.

Dengan bantuan masyarakat internasional, Indonesia pernah membentuk jaringan pemantauan dan peringatan dini tsunami yang terdiri dari 22 buoy di lepas pantai. Buoy tsunami tersebut disambung dengan sensor di dasar laut untuk mendeteksi perubahan tekanan air laut. Akan tetapi, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers pasca bencana mengatakan, buoy tsunami tersebut sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 2012.

Setelah terjadi gempa di Donggala, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pernah mengeluarkan peringatan tsunami, namun peringatan itu dicabut pada 34 menit kemudian sehingga mengundang banyak kritik dari media sosial. BMKG menjelaskan bahwa pihaknya mengambil keputusan mencabut peringatan tsunami karena perubahan permukaan laut yang terdeteksi tidak dalam kondisi “signifikan”.

Kota Palu yang berjarak 80 kilometer dari pusat gempa bumi mengalami kerusakan yang paling parah. Saat tsunami tiba, masih banyak orang yang mengikuti kegiatan festival di pantai. “Karena tidak adanya peringatan dini, maka banyak orang tidak sadar akan ancaman dan tetap beraksi di pantai,” demikian dikatakan Sutopo dalam jumpa pers.

Ada juga pakar yang berpendapat bahwa geografi dan topografi unik di mana Palu letak juga meningkatkan kerusakan yang diakibatkan tsunami kali ini.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok