Indonesia Manfaatkan CIFIT 2018 di Tiongkok

2018-09-12 10:50:02

 Pada tanggal 8-11 September 2018, kegiatan China International Fair for Investment & Trade CIFTT  2018 diselenggarakan di Xiamen International Conference and Exhibition Center di

Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok. Kegiatan ini terdiri atas seminar, forum investasi internasional, pameran,dan symposium business matchmaking di atas lahan seluas 138 ribu

meter per segi.

Pada tahun 2016, CIFIT dihadiri oleh lebih dari 120 ribu pengunjung dan dimanfaatkan oleh 5000 exhibitors dari berbagai negara dari belahan dunia. Pelaksanaannya tahun ini telah dipastikan melampaui jumlah tersebut. Delegasi Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Kepala BKPM, dihadiri pula oleh instansi Pemerintah terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, KBRI

Beijing, KJRI Guangzhou, beserta pihak swasta dari Indonesia memanfaatkan kegiatan CIFIT. Rangkaian kegiatan CIFIT dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan investasi ke

Indonesia melalui forum investasi internasional, pameran, seminar, pelaksanaan market sounding serta pertemuan kerjasama dengan pihak-pihak lainnya.

Dalam International Investment Forum CIFIT, Kepala BKPM, Thomas T. Lembong menyampaikan pidato di hadapan para pemimpin negara. Dalam pidatonya disampaikan bahwa

adalah ancaman terbesar saat ini adalah ketergantungan yang berlebihan terhadap Dollar AS

sehingga memberikan beban yang berat terhadap keuangan negara berkembang di saat

negara berkembang justru menyumbangkan 60 persen pertumbuhan ekonomi dunia. Oleh karenanya, di tengah ketidakpastian dan tantangan yang semakin besar, merupakan hal yang mendesak bagi negara berkembang untuk secara proaktif mendiversifikasikan investasi, perdagangan dan pariwisata untuk menjauh dari Dollar AS dan beralih ke mata uang lain seperti Poundsterling, Euro, Yen, dan bahkan Renminbi. Menurut Thomas T. Lembong, untuk mengatasi hal ini juga diperlukan solusi yang visionaris dan berani. Indonesia sebagai negara ke-4 dengan populasi terbesar di dunia yaitu

260 juta jiwa dan 60 persen penduduknya berusia di bawah 30 tahun, ekonomi terbesar ke-16 dengan GDP di atas 1 Trilyun, serta pertumbuhan ekonomi di atas 5%, Indonesia memiliki

hubungan yang baik dengan Tiongkok. Indonesia juga siap mengembangkan kerjasama lebih jauh dengan Tiongkok dan berbagai negara di dunia untuk saling mendukung, mendukung

kawasan dan dunia, serta mendukung sama lain. Hal ini mengingat Indonesia juga memiliki kesamaan prinsip yaitu mendukung multilateralisme dan sistem global yang berdasarkan pada peraturan yang ada.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok