Kekeringan Menguji Kemampuan Penanggulangan Bencana Indonesia

2018-09-04 11:46:33

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia Wiranto belakangan ini menghimbau untuk menaruh perhatian terhadap keadaan kekeringan tahun ini. Terdampak cuaca suhu tinggi yang berkelanjutan pada musim kemarau, mungkin akan terjadi kekeringan dalam waktu panjang. Kekeringan di Sumatra dan Kalimantan sudah memicu kebakaran hutan. Di sebuah SD dekat Kota Palembang, tempat penyelenggaraan Asian Games ke-18, penampung air di bawah tanah sedalam 20 meter sudah kering, anak-anak terpaksa berhenti sekolah untuk mengambil air di tempat jauh.

Kini, yang terdampak paling hebat adalah air keperluan pertanian. Hanya di Provinsi Jawa saja terdapat ratusan desa yang mengalami bencana. Sejumlah 50 ribu warga dari 38 desa di sekitar kota Wonogiri mengalami bencana serius. Menurut perkiraan pejabat setempat, bencana kekeringan yang berawal dari bulan April akan berlanjut pada bulan Oktober. Pemerintah setempat memerlukan dana sebesar Rp 100 juta untuk menyediakan air kepada para warga desa. Namun, dana pemerintah setempat yang digunakan dalam proyek irigasi hanya senilai Rp 2 miliar. Pemerintah pusat secara darurat mengalokasi dana sebesar Rp 12 miliar untuk pertolongan bencana, namun untuk mengeskalasi sistem pengambilan air di bawah tanah diperlukan Rp 165 miliar. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Selatan, kedelai seluas 247 hektar, jagung seluas 483 hektar dan padi seluas 434 hektar juga mengalami bencana serius.

Kekeringan juga timbul di Pulau Bali, tempat wisata terkenal, sehingga industri pariwisata terdampak. Jawatan Penanggulangan Bencana Nasional Indonesia (BNPB) dalam peringatan dini yang dikeluarkan baru-baru ini menyatakan, terpengaruh oleh gejala El Nino di Pasifik Selatan, di berbagai situs pemandangan di Pulau Bali akan menghadapi kekurangan air di beberapa bulan mendatang, yang paling serius terjadi di di bagian utara dan timur, ratusan hektar penanaman padi terdampak, sejumlah puluhan ribu penduduk desa kekurangan air minum.

Yang lebih payah ialah, sebagian daerah yang kekurangan air menggunakan air kotor untuk pertolongan. Di sebagian desa di dekat Jakarta, air keperluan sehari-hari diambil dari air kali yang tercemar oleh sampah, karena sumber air bersih sudah kering. Muali dari akhir bulan Juli, penduduk setempat terpaksa secara langsung menggunakan air yang kotor untuk mencuci pakaian dan sayur mayur, dan kemudian air yang sudah digunakan ditumpahkan ke dalam kali, sehingga menimbulkan kecemaran kedua kalinya.

Sementara itu, kebakaran akibat kekeringan juga membawa dampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Suku tinggi dan kekeringan di Provinsi Riau mengakibatkan terjadinya kebakaran di berbagai tempat. Menurut BNPB, sedikitnya 20 lebih tempat kebakaran di provinsi tersebut, sebagian besar di antaranya terletak di dalam hutan dan tanah garapan. Kota Palembang, tempat penyelenggaraan Asian Games sudah meningkatkan peringatan dini kebakaran akibat kekeringan sampai pada kelas waspada.

Pada kenyataannya, Indonesia yang mempunyai musim kemarau dan musim hujan setiap tahun akan menghadapi ujian bencana kekeringan, hal itu mengajukan tuntutan yang lebih tinggi bagi pembangunan infrastruktur irigasi. Penanggung jawab badan pertolongan bencana kota Wonogiri berpendapat, untuk mengatasi kekurangan air diperlukan solusi yang sistematis dan berkelanjutan.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok