Jalan Rel Tiongkok-Laos Memberi Harapan Baru kepada Kehidupan Rakyat Laos

2018-08-30 12:17:48

'Jalan rel Tiongkok-Laos memberi harapan baru kepada kehidupan saya, saya rasa masa depan saya juga akan berhubungan erat dengan jalan rel ini.' Demikian kata seorang gadis berusia 24 tahun yang disebut 'Amy' oleh teman kerja Tiongkok.

Amy adalah seorang staf Bagian Projek Jalan Rel Tiongkok-Laos perusahaan Tiongkok, dia sudah bekerja dua tahun di sini dan sekarang dapat berbicara dalam bahasa Mandarin yang sederhana. Kantornya terletak di Kabupaten Kasi, Laos. Sekarang subgrade projek tersebut sudah terbentuk. 'saya lihat jalan rel Tiongkok-Laos dibangun di tempat kami.' Berbicara tentang jalan rel Tiongkok-Laos, Amy merasa bangga dan senang. Rasa bangganya berasal dari dia juga memberi sumbangan untuk pembangunan jalan rel ini, sedangkan rasa senangnya dikarenakan jalan rel ini membantu dia keluar dari masa yang sulit.

Jalan rel Tiongkok-Laos mulai dibangun secara menyeluruh pada Desember tahun 2016, dan merupakan infrastruktur penting yang menyambungkan Tiongkok dan Laos, juga adalah bagian penting jalan rel Pan Asia, serta projek penting sepanjang 'Satu Sabuk Satu Jalan'. Jalan rel Tiongkok-Laos berujung utara di perbatasan Tiongkok-Laos, dan berujung selatan di Vientiane, ibukota Laos, dan merupakan projek jalan rel di luar wilayah yang pertama dengan investasi dan pembangunan mengutamakan pihak Tiongkok, operasi bersama dan bersambung langsung dengan jaringan rel Tiongkok. Seluruh jalan rel Tiongkok-Laos menggunakan standar teknologi Tiongkok, sarana Tiongkok dan berencana dioperasikan pada Desember tahun 2021. Laju projek tersebut direncanakan mencapai 160km per jam, panjang totalnya mencapai 414 km, di antaranya panjang jembatan hampir 62 km, dan panjang terowongan mendekat 198 km.

Kehidupan Amy berubah sejak tim kerja pihak Tiongkok memasuki Kasi. Pada tahun itu, Amy mendapat kerja di kantin bagian projek.

Pembangunan jalan rel Tiongkok-Laos sedang diadakan dengan lancar, setelah dioperasikan, bagian projek akan dibatalkan, tapi Amy tidak mengkhawatir kehidupan masa depannya. Dia mengatakan, 'nanti sudah mulai operasi, di sekitar stop stasiun pasti banyak orang, saya mau buka restoran di sana, pasti ramai.'

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok