Kerja Sama Pragmatis Tiongkok-Malaysia Tempuh Jalan Baru

2018-08-21 14:53:30

Sejak memenangkan pemilu dengan memimpin koalisi partai oposisi, banyak media Barat berpendapat, pendirian pemerintah baru Malaysia yang dipimpin oleh Mahatir akan mengalami perubahan besar, bahkan ada media yang langsung mendifinisi arah pekrembangan kebijakannya sebagai “anti-Tionghoa”. Di luar dugaan, Mahathir setelah dilantik menjadikan Tiongkok sebagai negara non-ASEAN pertama yang dikunjunginya dan ini menunjukkan bahwa ia mutlak tak mungkin melakukan perbuatan yang tak bijaksana untuk memisahkan diri dengan Tiongkok.

Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan dengan Mahathir mengapresiasi perhatian besar pemerintah Malaysia dan dirinya Mahathir pada hubungan Tiongkok-Malaysia, mengapresiasi sumbangan penting Mahathir dalam mendorong kerja sama kawasan Asia. Ini merupakan penilaian tinggi terhadap pendorong utama hubungan Tiongkok-Malaysia dan seorang politikus yang berpengalaman. Xi Jinping menekankan, kedua pihak hendaknya mendorong kerja sama pragmatis Tiongkok-Malaysia pada zaman baru dengan menyusuri pembangunan bersama Satu Sabuk Satu Jalan.

Mahathir menyatakan, kunjungannya kali ini bertujuan untuk menyatakan kepada pemerintah dan rakyat Tiongkok bahwa politik Malaysia untuk bersahabat dengan Tiongkok tidak akan berubah. Malaysia mengagumi perkembangan indepanden yang ajaib di Tiongkok dan mengagumi prestasi luar besar industri dan komersial Tiongkok. Malaysia pada zaman baru bersedia bercermin pada pengalaman sukses pembangunan Tiongkok dan menyambut perusahaan Tiongkok berinvestasi di Malaysia. Mahathir mengatakan, inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan yang dikemukakan Presiden Xi Jinping bertujuan untuk mendorong komunikasi dan kerja sama kawasan dan akan menyejahterakan semua negara di kawasannya. Malaysia mendukung dan bersedia aktif berpartisipasi dalam pembangunan bersama Satu Sabuk Satu Jalan dan ini akan menguntungkan pembangunan dan kemakmuran kawasan.

Sebuah laporan Momura Securities Jepang menunjukkan, Malaysia merupakan salah satu dari empat ekonomi Asia yang paling banyak memperoleh manfaat dari pembangunan Satu Sabuk Satu Jalan dengan menyerap investasi lebih dari 34 miliar 200 juta dolar Amerika atau sama dengan sekitar 10 persen GDPnya.

Kini, tantangan terbesar bagi pemerintah baru Malaysia ialah tekanan fiscal yang amat besar.

Meski ada tantangan, kerja sama pragmatis Tiongkok-Malaysia pada zaman baru juga menghadapi lebih banyak peluang. Peluang terbesar ialah sikap aktif dan keinginan partisipasi pemeirntah baru Malaysia dalam inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan.

Setelah memangku jabatannya kembali, Mahathir berupaya merevitalisasi ekonomi dan menghimbau pengusaha asing berinvestasi langsung di Malaysia dengan mendatangkan teknologi baru dan kesempatan kerja yang baru kepada Malaysia agar Malaysia menjadi negara perkasa manufaktur seperti Tiongkok bukan hanya menjadi pasar konsumsi. Ini dapat terlihat dari pengaturan jadwal kunjungannya di Tiongkok.

Dengan bimbangan sendiri pemimpin kedua negara, Tiongkok dan Malaysia pasti dapat memupuk titik terang kerja sama yang baru, terus memperluas kerja sama dan merealisasi target saling menguntungkan dan menang bersama.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok