Komentator Politik Myanmar: AS Laksanakan Proteksionisme Perdagangan Akhirnya Akan Menghantam Konsumennya

2018-08-13 11:28:20

Komentator Politik Myanmar: AS Laksanakan Proteksionisme Perdagangan Akhirnya Akan Menghantam Konsumennya

Baru-baru ini, sejumlah negara masing-masing mengeluarkan tindakan untuk menanggapi kenaikan tarif AS terhadap produk yang diimpor. Komentator politik Myanmar U Ye Htun baru-baru ini dalam wawancara dengan wartawan CRI menyatakan, pemerintah AS melaksanakan kebijakan proteksionisme perdagangan dan mencetuskan perang dagang, akhirnya akan menghantam konsumen AS.

U Ye Htun mengatakan, AS sepihak mengumumkan menambahkan tarif pada baja dan alumunium yang diimpor dari UE, Kanada, Tiongkok, India, Korsel, Meksiko, Brasil, Jepang, Rusia dan Turki. Semua negara tersebut sangat marah dan berturut-turut mengumumkan menaikkan tarif pada produk yang diimpor dari AS. Dalam perang dagang ini, korban terbesar adalah rakyat negara-negara tersebut. Misalnya AS menaikkan tarif baja dan alumunium, produk otomotif, baja dan besi, produk alumunium dan produk industri lainnya akan menjadi mahal, dan akhirnya akan menghantam konsumen AS.

Mengenai pergesekan perdagangan Tiongkok-AS, U Ye Htun menganggap, bahwa semuanya berasal dari AS. Pemerintah AS mengatakan menaikkan tarif pada produk Tiongkok ialah untuk mengurangi defisit perdagangan bilateral, tapi ini tidak dapat meyakinkan orang. Karena industri jasa menduduki 80 persen PDB AS, dalam perdagangan luar negerinya, industri jasa AS menduduki perbobotan yang sangat besar, tapi bukan produk industri manufaktur, ini tak mungkin dihitung dengan tepat.

U Ye Htun menyatakan, bahwa globalisasi ekonomi dan liberalisasi perdagangan akan menguntungkan perkembangan suatu negara. Tiongkok melaksanakan kebijakan reformasi dan keterbukaan sejak tahun 1978, memasuki WTO, berpartisipasi dalam proses globalisasi ekonomi dan liberalisasi perdagangan, dan mencapai prestasi perkembangan yang luar biasa, ini justru adalah suatu contoh yang sangat baik. Dia mengatakan, bahwa pasar yang tertutup akan memperlamban kemajuan ekonomi maupun sosial. Oleh karena itu, ekonom dan politisi berbagai negara seluruh dunia sama-sama mengutuk kebijakan proteksionisme perdagangan.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok