Laporan Dari Daerah Bencana Gempa di Lombok

2018-08-08 10:45:47

Jawatan pertolongan bencana Indonesia BNPB kemarin (7/8) mengatakan, gempa dahsyat yang terjadi di Lombok hari Minggu lalu sudah mengakibatkan 105 orang meninggal dan 236 orang lainnya luka-luka, ribuan bangunan mengalami kerusakan, lebih dari 84 ribu warga dievakuasi secara darurat. Sejalan dengan berlangsungnya pencarian dan pertolongan, jumlah korban tewas atau luka-luka serta kerugian harta benda diperkirakan akan bertambah lebih lanjut.

Kabupaten Malaka yang terletak di tempat sejauh 50 kilometer dari pusat gempa adalah daerah yang mengalami gempa paling berat. Di kabupaten tersebut, wartawan tidak menemukan bangunan-bangunan yang utuh.

Tim pertolongan yang terdiri dari pemadam kebakaran, tentara, polisi dan relawan sedang sibuk mencari dan menolong korban hidup di bawah reruntuhan. Koordinator aksi pertolongan mengatakan kepada wartawan, kekurangan mesin penggalian ukuran besar adalah salah salah kesulitan utama yang dihadapi pekerjaan pertolongan.

Perumahan Syabudi, seorang warga desa telah mengalami kerusakan berat dalam gempa. Dia mengatakan, pada saat terjadinya gempa, dia sedang mandi, tiba-tiba terdengar suara pecahan, lantai mulai meretak, hanya sekejab mata saja, langit-langit dan kepingan genting berjatuhan.

“Saya cepat mundur ke pojok kamar mandi ketika terasa guncang, maka saya tidak cedera, kalau tidak akibatnya tak terbayangkan,” tutur Syabudi dengan rasa gelisah.

Dalam dua hari setelah terjadinya gempa, gempa susulan besar atau kecil terjadi berturut-turut, para warga desa tak berani tidur di rumah. “Orangnya tidak luka-luka, tetapi kami tak berani masuk ke rumah, ” ujar seorang warga tani yang bernama Yasin, “walau tidur di luar rumah, kadang-kadang kami terbangun oleh gempa susulan.”

Di kedua sisi jalan pedesaan telah dibangun perumahan sementara oleh pemerintah setempat atau para warga desa. Kaum lelaki sibuk memasang tenda, sedangkan kaum wanita memasak, anak-anak tetap bermain-main di lapangan.

Sejauh ini, aliran listrik tetap terputus, sumur di rumah kaum tani juga tak dapat digunakan akibat reruntuhan.

Akan tetapi, para warga desa tidak kehilangan harapan atas kehidupan pasca gempa walau terdapat banyak kesulitan.

Yasin mengatakan, karena tak tersedia air minuman, para warga desa mengambil air sungai dan minum setelah dimasak. Mengenai bahan makanan, selain disediakan oleh pemerintah, para warga desa turun ke laut dan sungai untuk menangkap ikan, mengambil sayur-mayur, ubi dan jagung dari sawah ladang dan kemudian dibagi-bagikan. “Setelah terjadinya gempa, kami saling membantu, kami menjadi lebih bersatu dan lebih bersahabat”.

Setelah terjadinya gempa, beberapa pulau wisata di sebelah barat laut Pulau Lombok juga terdampak, ribuan turis tertangguh. Menurut laporan terbaru dari BNPB, terhitung sampai kemarin pukul 15 waktu setempat, semua turis yang tertangguh sudah dievakuasi ke Pulau Lombok.

Di dermaga bagian utara Lombok, wartawan bertemu dengan seorang turis dari Inggris yang baru saja dievakuasi ke Lombok. Dia menyatakan bahwa dirinya tak pernah mengalami gempa yang begitu dahsyat. “Memang gempa bumi sulit diramalkan, yang untung adalah pemerintah Indonesia dengan sekuat tenaga membantu kami, saya akan datang lagi ke Pulau Lombok, karena pemandangan indah dan orang ramah”.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok