Kasus Najib Cerminkan Tiga Perubahan Malaysia

2018-07-05 12:36:23

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak didakwa korupsi oleh pengadilan pada Rabu (04/07) karena menerima uang suap dan satu dakwaan atas pelanggaran kriminal kepercayaan. Tiada pengakuan daripada Najib. Najib menjadi mantan perdana menteri Malaysia yang pertama diseret ke meja hijau. Melihat dari sudut kehakiman, kasus ini mungkin akan berlangsung dalam waktu panjang, dan sulit diselesaikan dalam waktu singkat; sedangkan melihat dari sudut di luar kehakiman, kasus ini mungkin akan memberi pengaruh mendalam kepada politik, ekonomi dan bidang lain Malaysia, bahkan menimbulkan penyesuaian yang mendalam.

Dalam Pemilu Mei lalu, Malaysia untuk pertama kali terjadi pengalihan kekuasaan sejak merdeka, banyak orang memandang ini sebagai perubahan bersejarah politik Malaysia.

Sebagai bekas pemimpin pemerintah, Najib didakwa korupsi dalam tak lama setelah dia gagal dalam Pemilu. Kini, pihak Najib menyatakan, di belakang dakwaan terhadapnya terdapat niat politik, dia akan menantang dakwaan dalam pengadilan dan membebaskan diri dari tuduhan.

Setelah Pemilu, beberapa anggota Barisan Nasional telah mengumumkan melepaskan diri dari Barisan Nasional. Sebagai anggota inti BN, UMNO juga menghadapi keadaan anggota menarikkan diri dari BN. Di bidang keuangan, terdampak kasus tersebut, rekening bank UMNO telah dibekukan, dan akan diperiksa. Seiring dengan semakin mendalam penyelidikan kasus Najib, UMNO mungkin akan mengalami pukulan lain.

Sedangkan pihak koalisi berkuasa sekarang, Mahatir sedang setahap demi setahap menyempurnakan struktur penguasaan dan pengaturan personel. Pada 3 Juli lalu, justru sehari sebelum Najib ditangkap, sejumlah Menteri dan Wakil Menteri Kabinet baru bersumpah menjabat, dan kabinet Mahatir pada pokoknya telah dibentuk. Melihat dari jabatan kabinet, di antara pemerintah koalisi yang berkuasa, berbagai partai anggota relatif seimbang, dan ini mencerminkan keinginan Mahatir untuk mengintensifkan persatuan intern koalisi.

Selain itu, skandal perusahaan 1MBD yang didirikan Najib semasa masih menjabat pasti akan mengakibatkan dugaan masyarakat pada transfer pola perkembangan Malaysia.

Mahatir berkomitmen berupaya mengurangi hutang negara. Tindakan-tindakan terkait telah dimulai, misalnya, Mahatir menghapuskan projek Kereta Cepat Malaysia-Singapura. Dia menyatakan bahwa Malaysia untuk sementara tidak sanggup menanggung projek pembangunan infrastruktur yang besar. Namun kini pikiran baru pemerintah Mahatir untuk mengembangkan negara masih belum jelas 100 persen.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok