Negara-negara Kawasan Sungai Mekong Tingkatkan Kerja Sama Pemberantasan Narkoba

2018-06-27 11:00:06

Kemarin 26 Juni adalah Hari Antinarkotika Internasional ke-31. Bertepatan hari antinarkoba tersebut, negara-negara di kawasan aliran Sungai Mekong, antara lain, Thailand, Myanmar, Kamboja dan Laos berturut-turut melakukan penerangan tentang pemberantasan narkoba melalui media pers di negeri masing-masing. Tidak hanya penerangan, pemusnahan narkoba juga diadakan pihak kepolisian negara-negara tersebut.

Pada 25 Juni lalu, pihak kepolisian Thailand memusnahkan sebanyak 14,7 ton narkoba. Pada 26 Juni, Kamboja memusnahkan lebih dari 3 ton narkoba. Sementara itu, Myanmar memusnahkan narkoba senilai US$ 18,7 miliar di Yangoon. Dibanding tahun lalu, volume dan nilai narkoba yang dimusnahkan di negara-negara Asia Tenggara tahun ini sama-sama meningkat. Aksi pemusnahan narkoba tersebut menunjukkan tekad bulat negara-negara kawasan ini untuk memberantas narkoba secara tegas.

Kantor PBB untuk urusan narkoba dan tindak pidana yakni UNODC dalam sebuah laporannya 2017 menunjukkan, dari 2010 hingga 2015, jumlah heroin dan morfin buatan Asia Tenggara yang disita di Asia Timur, Asia Tenggara dan Oceania meningkat 88 persen. Pada 2015, volume methaamphetamine atau yang dikenal sebagai obat es yang berhasil disita di Asia Timur dan Asia Tenggara untuk pertama kalinya melampaui volume yang disita di Amerika Utara.

Saat berkunjung di Laos, Myanmar dan Thailand, wartawan menyaksikan bahwa tugas pemberantasan narkoba di negara-negara kawasan Sungai Mekong masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Pada 2016, di antara sekian banyak narkoba yang disita pihak kepolisian Thailand, pil ekstasi mencapai sebanyak 90 juta butir, dan angka itu naik menjadi 210 juta butir pada tahun fiskal 2017. Sementara itu, kasus perdagangan narkoba yang diberkaskan pihak kepolisian Thailand pada tahun itu mencapai sebanyak 259 ribu.

Sepanjang 2017, pihak kepolisian Laos total memberkas sebanyak 2.770 kasus narkoba, atau meningkat 10 persen dibanding tahun 2016. Myanmar juga menghadapi situasi pemberantasan narkoba yang serius. Laporan yang dirilis Komisi Pusat Pengendalian Narkoba Myanmar menunjukkan, pada 2017, luas tanaman candu di negeri itu adalah 41.000 hektar.

Peningkatan kerja sama antar negara adalah salah satu jalur penting untuk menyelesaikan masalah narkoba. Kini Tiongkok memainkan peranan yang semakin besar dalam proses pemberantasan narkoba di kawasan Sungai Mekong.

Mekanisme Pemberantasan Narkoba Sub-Regional Sungai Mekong merupakan salah satu mekanisme yang paling aktif dalam pemberantasan narkoba di kawasan ini. Tahun 2018 bertepatan peringatan 25 tahun penandatanganan MoU Kerja Sama Pemberantasan Narkoba Kawasan Sub-Regional Sungai Mekong Raya. Dalam 25 tahun yang lalu, Tiongkok, Myanmar, Kamboja, Laos, Thailand dan Vietnam beserta UNDOC melakukan kerja sama erat dalam kerangka tersebut untuk menangani pembuatan, perdagangan dan penyelundupan serta penggunaan narkoba di daerah aliran Sungai Mekong. Kini kerja sama tersebut telah mencapai hasil-hasil positif.

Pada 2011, Tiongkok memprakarsai pembentukan mekanisme patroli bersama di aliran Sungai Mekong yang melibatkan empat negara yakni Tiongkok, Laos, Myanmar dan Thailand untuk bersama-sama memberantas kejahatan lintas wilayah dan memelihara keamanan serta kestabilan di kawasan aliran Sungai Mekong. Sejak diresmikannya mekanisme tersebut, aparat penegak hukum dari empat negara tersebut sudah melakukan sebanyak 71 kali patroli bersama, yang secara efektif melindungi keamanan dan ketenteraman di daerah aliran Sungai Mekong.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok