Indonesia Dorong Operasi Mantap Ekonomi

2018-06-01 12:02:00

Untuk meredakan tekanan risiko ekonomi eksternal, khususnya pengaturan kebijakan mata uang AS terhadap stabilitas moneter Indonesia, pada tanggal 17 Mei, bank sentral Indonesia mengumumkan untuk menaikkan suku bunga dasar, dalam waktu tujuh hari membeli kembali suku bunga 25 titik pokok hingga 4,5%, suku bunga kredit dan suku bunga deposito masing-masing dinaikkan sampai 5,25% dan 3,75%.

Mantan Presiden Bank Sentral Indonesia Agus Martowardojo menyatakan, prediksi bank sentral terhadap laju pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun sampai 5,5% tak akan berubah, kebijakan mata uang dalam jangka pendek tetap dipelihara pada kenetralan. Pembelian kembali suku bunga selama tujuh hari bertujuan untuk mencegah devaluasi cepat rupiah, sementara menanggapi risiko ekonomi eksternal, antara lain ketegangan peredaran dolar Amerika dan kelemahan stabilitas moneter global.

Agus menunjukkan, bank sentral sudah siap mengambil langkah yang lebih kuat untuk menjamin sepenuhnya ekonomi makro, khususnya kestabilan nilai rupiah, sekaligus menjamin sepenuhnya peredaran cukup di pasar mata uang, target inti kebijakan mata uang sebelum tahun 2020 tetap adalah memelihara tingkat inflasi pada 2,5% sampai 4,5%.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok