Ekonomi Indonesia Tak Terdampak Devaluasi Mata Uang Lokal

2018-05-31 12:00:09

Perekonomian Indonesia belakangan ini menghadapi tekanan akibat devaluasi besar rupiah. Mulai dari akhir Januari tahun ini, rupiah memasuki ruang penurunan.

Menurut analisa pasar, devaluasi cepat rupiah terutama disebabkan oleh kenaikan suku bunga Cadangan Federal AS dan peningkatan level inflasi AS serta unsur-unsur eksternal. Menurut penilaian ekonom Indonesia, zaman suku bunga yang rendah sudah berakhir, rupiah sudah menurun sampai ke titik psikologi 14.000, bank sentral Indonesia perlu segera meningkatkan suku bunga dasar antara 25 hingga 50, guna mencegah penghabisan cepat cadangan valuta asing, mengalirnya cepat kapital dan devaluasi tragis kapital rupiah. Wakil Presiden Indonesia Yusuf Kalla menunjuk pemerintah untuk mendukung bank sentral dalam menangani nilai tukar mata uang, selain mencegah devaluasi cepat rupiah, juga perlu memainkan peran pendorong dalam memperbaiki kondisi perdagangan akibat kelemahan mata uang lokal.

Selain devaluasi cepat mata uang lokal, perekonomian Indonesia pada umumnya tetap stabil. Pada kuartal pertama tahun ini, terdorong oleh investasi, ekonomi Indonesia meningkat 5,06% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, naik 0,05% dari pada masa sama tahun lalu. Kepala Badan Pusat Statistik Indonesia, Dr. Suhariyanto menyatakan, konsumsi dengan tingkat sumbangan lebih separo dari produk domestik bruto (PDB) telah meningkat 4,95%, laju pertumbuhan investasi mencapai 7,95%, sedangkan impor dan ekspor masing-masing meningkat 6,17% dan 12,75%. Yang patut disebut ialah, laju pertumbuhan investasi naik 3,18% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, disebabkan oleh dorongan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan produk kapital industri manufaktur perlengkapan. Menurut statistik Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi pada kuartal pertama senilai hampir US$ 14 miliar, naik 11,8% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Menurut prediksi terbaru bank sentral, karena kenaikan cepat harga komoditas dan pemotongan keuangan dan perpajakan yang menarik investasi, maka laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua akan mencapai 5,15%, dan ekonomi sepanjang tahun berpengharapan mencapai pertumbuhan 5,2%.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok