Myanmar Bertindak Beranekaragaman Agar Dorong Pertumbuhan Kontinu PDB

2018-05-23 14:17:49

Bank Dunia baru-baru ini mengeluarkan laporan 'Pengamantan Ekonomi Myanmar' mencatat bahwa laju pertumbuhan ekonomi Myanmar pada tahun 2018 mungkin dapat mencapai 6,4 persen, dan tahun 2019 berkemungkinan meningkat sampai 6,7 persen, sedangkan tingkat inflasi menurun dari 7 persen pada tahun 2017 sampai 5,5 persen pada tahun 2018 dan akan lebih lanjut menurun hingga 4,9 persen pada tahun 2019. Melihat dari indeks angka, pertumbuhan ekonomi Myanmar cukup menduduki urutan depan di antara negara-negara ASEAN, dan sama sekali tidak mengalah jika dibandingkan dengan Filipina atau Vietnam yang pertumbuhan ekonominya cukup pesat.

Salah satu sebab sorotan indeks pertumbuhan ekonomi Myanmar beberapa tahun ini ialah, investasi asing mendorong pertumbuhan pesat industri manufaktur dan pengolahan Myanmar. Menurut statistik Biro Administrasi Investasi dan Perusahaan Myanmar, industri manufaktur Myanmar pada tahun keuangan sebelumnya telah menarikkan investasi yang menduduki nomor satu dan melampaui kalangan transportasi, telekomunikasi, perhotelan dan pariwisata. Di antaranya perusahaan negara-negara di sekitarnya termasuk Tiongkok, Jepang dan Korsel, masing-masing membangun pabrik justru karena mementingkan biaya pekerja Myanmar mempunyai daya persaingan yang agak kuat di antara negara-negara ASEAN. Di antara jenis beranekaragaman industri pengolahan dan manufaktur, industri garmen beberapa tahun ini menjadi industri yang terbanyak ekspornya Myanmar. Kini, investasi asing telah menduduki 90 persen industri garmen di Myanmar.

Selain itu, Myanmar juga dengan kuat mengadakan pembangunan di bidang energi, tenaga listrik, telekomunikasi dan infrastruktur, agar menyediakan penggerak untuk perkembangan berkelanjutan ekonomi. Pemerintah Myanmar mengajukan target menyediakan tenaga listrik di seluruh negeri pada tahun 2030.

Myanmar juga belajar pengalaman Kota Shenzhen Tiongkok membantu Myanmar membangun Kota Baru Yangon, dan mendorong PDB bertumbuh pesat secara berkelanjutan.

Kini, para pengusaha dari Tiongkok, Jepang, Korsel dan negara-negara ASEAN lainnya semakin tertarik pada projek Kota Baru Yangon tersebut. Pada masa depan, Kota Baru Yangon tak hanya akan membangkitkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di sekitar Yangon, juga akan membuka jendela untuk perkembangan ekonomi tipe terbuka seluruh Myanmar, dan mempunyai arti strategis bagi seluruh negara Myanmar.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok