Maju Bersama di Atas Jalan Sutra, Menempuh Perjalanan Baru Hubungan Tiongkok-Indonesia

2018-04-16 11:33:10

Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian

Tiongkok dan Indonesia adalah tetangga dekat yang bersahabat dengan berhadap-hadapan di kedua tepi laut. Pada 2.000 tahun yang silam, sebuah armada niaga yang penuh muatan berlayar dari pantai tenggara Tiongkok dan mulai menempuh jalan sutra maritim yang kuno, membuka sejarah kontak persahabatan antara rakyat Tiongkok dengan Indonesia. Fa Xian dan Yi Jing sebagai biksu luhur pada zaman kuno Tiongkok mengadakan pertukaran keagamaan Budha dengan menyusuri jalan sutra jauh ke Sumatra. Pelayar terkenal Tiongkok Cheng Ho tujuh kali berlayar ke laut tenggara, berkunjung ke Jawa, Sumatra dan Kalimantan dengan meninggalkan kisah yang menarik. Dalam perjalanan ulang alik berbagai armada, kedua negara tidak saja selesai bertukar komoditas, sekaligus bertukar seni budaya.

Indonesia tidak saja merupakan pusat penting dalam jalan sutra maritim pada zaman kuno, tetapi juga merupakan “Jalan Sutra Maritim Abad Ke-21”. Pada tahun 2013, Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidatonya di Parlemen Indonesia pertama kali mengemukakan proposal pembangunan bersama “Jalan Sutra Maritim Abad Ke-21”. Sebagai negara terbesar dalam ASEAN, volume total wilayah, populasi dan ekonomi Indonesia mencapai 40% dari pada 10 anggota ASEAN, menempati urutan penting dalam perekonomian kawasan bahkan dunia. Tiongkok dan Indonesia tergolong negara besar berkembang, menghadapi tugas yang sama dalam mengembangkan ekonomi dan memperbaiki kehidupan rakyat, kedua negara berpotensi untuk saling mengisi di bidang-bidang infrastruktur, kapasitas produksi dan moneter, dapat dikatakan sebagai mitra kerja sama yang alamiah. Selama tahun-tahun belakangan ini, di bawah pimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo, Tiongkok dan Indonesia mengutamakan penyambungan strategi “Jalan Sutra Maritim Abad Ke-21” dan “Titik Penyangga Maritim Global”, secara keseluruhan memperdalam dan memperluas kerja sama pragmatis dan pertukaran yang bersahabat di berbagai bidang, mendorong hubungan kedua negara terus melangkah ke tahap yang baru.

Kedua negara memelihara kunjungan timbal balik pada lapisan tinggi, terus meningkatkan saling percaya politik. Presiden Joko Widodo lima kali berkunjung ke Tiongkok dalam kurun waktu tiga tahun, enam kali mengadakan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. Khususnya pada tahun lalu, Presiden Joko Widodo berkunjung ke Tiongkok untuk menghadiri Forum Tingkat Tinggi Kerja Sama Internasional “Satu Sabuk Satu Jalan”, pemimpin kedua negara mencapai kesepahaman penting mengenai penyambungan sepenuhnya strategi perkembangan dan peningkatan kerja sama pragmatis. Kedua negara telah membentuk mekanisme kerja sama dan dialog di berbagai lapisan dan berbagai bidang, timbul momentum baik perkembangan hubungan bilateral.

Hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara menjadi lebih erat, kerja sama pragmatis meningkat mantap. Pada tahun 2017, nilai perdagangan antara Tiongkok dan Indonesia mencapai US$ 63,3 miliar, naik 18,3% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, di antaranya ekspor Indonesia ke Tiongkok meningkat 33%, perdagangan bilateral berkembang stabil. Investasi Tiongkok di Indonesia mencapai US$ 3,4 miliar, lebih dari 30% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, Indonesia sudah menjadi salah satu dari 10 tempat tujuan bagi perusahaan Tiongkok di luar negeri. Serangkaian proyek kerja sama antara lain Jalan Kereta Cepat Jakarta-Bandung mengalami kemajuan mantap, sementara timbul pula sejumlah energi bergerak yang baru dalam kerja sama kedua negara di bidang-bidang infrastruktur, kapasitas produksi dan ekonomi digital.

Kunjungan personel antara kedua negara semakin erat, pertukaran masyarakat semakin aktif, saling pengertian semakin mendalam. Pada tahun 2017, jumlah turis Tiongkok ke Indonesia mencapai 2,06 juta, bertambah 275% dibandingkan dengan tahun 2013, menjadi negara sumber turis yang terbesar bagi Indonesia. Selain berpariwisata ke Pulau Bali, berbagai pulau lainnya antara lain Manado, Lombok dan Raja Ampat juga telah menjadi tempat tujuan favorit yang baru bagi turis Tiongkok. Jumlah siswa Indonesia yang melanjutkan studi di Tiongkok melampaui 14 ribu, Tiongkok telah menjadi tempat tujuan terbesar kedua bagi siswa Indonesia untuk melanjutkan studi. Sepasang panda Tiongkok “Cai Tao” dan “Hu Chun” sudah menetap di Indonesia, sebagai sebuah jembatan persahabatan yang dibangun antara rakyat kedua negara.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok