Pakar Indonesia : AS Akan Kalah dalam “Perang Dagang”

2018-03-26 13:18:09

Pakar Indonesia : AS Akan Kalah dalam “Perang Dagang”

Presiden Amerika, Donald Trump telah menandatangani MoU hari Kamis kemarin (22/3), dan mengumumkan akan mengenakan pajak terhadap produk Tiongkok scecara besar-besaran, serta membatasi investasi dan merger perusahaan Tiongkok di Amerika. “Itulah tindakan yang sudah lama dipersiapkan oleh Amerika. Jika Amerika melancarkan 'Perang Dagang' , mereka pasti akan kalah,” demikian ucap Bambang Suryono, pakar masalah Tiongkok selaku Pemimpin Redaksi Koran Baru Indonesia dan Bali Fengcai, dalam wawancaranya dengan CRI.

Bambang Suryono menunjukkan, tindakan Amerika tersebut bertujuan untuk mengekang ekspor dan investasi Tiongkok, khususnya mencoba mengganggu perkembangan Tiongkok di bidang teknologi tinggi yang sudah direncanakan dalam Made In China 2025. Tindakan Amerika ini justru disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri mereka terhadap perkembangannya sendiri serta perasaan takut terhadap tantangan dari negara lain.

Bambang Suryono berpendapat, jika terjadi “Perang Dagang” antara Tiongkok dan Amerika, perang itu tidak akan berlangsung lama, proteksionisme perdagangan tidak akan menghalangi perkembangan dunia ke arah yang lebih baik.

Bambang Suryono juga menjelaskan manfaat yang didatangkan dari investasi perusahaan Tiongkok kepada Indonesia. Dia mengatakan, Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN diresmikan pada tanggal 1 Januari 2010. Saat itu, memang tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menentang, mereka khawatir bahwa ekspor Tiongkok akan memberikan dampak negatif terhadap ekonomi dan industri Indonesia, akan tetapi, kenyataan telah berhasil menghapuskan kekhawatiran mereka, volume impor Tiongkok dari Indonesia meningkat besar, defisit perdagangan Indonesia terhadap Tiongkok berkurang setiap tahunnya, sedangkan investasi Tiongkok terhadap Indonesia semakin meningkat.

Bambang Suryono memperkenalkan, Indonesia adalah sebuah negara besar dengan sumber daya mineralnya, akan tetapi, karena taraf produksi industri dalam negeri Indonesia tidak mencukupi, maka produk industri selalu mengandalkan impor. Beberapa tahun belakangan ini, perusahaan Tiongkok terus berinvestasi di Indonesia.

Bambang Suryono menyatakan pula bahwa pemerintah Tiongkok telah berkomitemen untuk membuka pintu yang semakin lebar kepada dunia luar. Hal itu akan mendorong ekspor produksi Indonesia ke Tiongkok sebagai pengganti produk pertanian Amerika. Hubungan Indonesia-Tiongkok di bidang ekonomi dan perdagangan akan terus ditingkatkan.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok