Pekan Lancang-Mekong Harus Bisa Membangun Brand Kerja Sama Lancang-Mekong

2018-03-26 12:56:25

China News Service: Pekan Lancang-Mekong baru-baru ini dibuka di Pnom Penh, ibukota Kamboja. Menteri Hubungan Luar Negeri Kamboja Prak Sokhon dalam dengan wawancara media Tiongkok di Kamboja menekankan, Pekan Lancang-Mekong harus membangun merek “kerja sama Lancang-Mekong” agar lebih banyak rakyat mengenal mekanisme kerja sama Lanchang-Mekong.

Prak Sokhon mengatakan, 45 proyek awal kerja sama Lancang-Mekong semuanya merupakan proyek manfaat langsung kerja sama multilateral. Kerja sama Lancang-Mekong akan memusatkan tenaga pada bidang-bidang konektivitas, kerja sama kapasitas produksi, ekonomi trans-nasional, sumber daya air, pertanian dan penanggulangan kemiskinan. Ia mengatakan, makna yang terkandung dalam kerja sama Lancang-Mekong ialah perdamaian dan pembangunan, dalam rangka membantu memperkecil kesenjangan pembangunan antar negara di aliran Sungai Mekong dan mempercepat proses pembangunan Masyarakat ASEAN, hasilnya juga bermanfaat bagi pembangunan sub-regional secara berkelanjutan.

Prak Sokhon berpendapat, sebagai salah satu pelopor Kerja Sama Lancang-Mekong, Kamboja pada awalnya merancang mekanisme kerja sama Lancang-Mekong dengan berbagai bentuk perkembangan. Kini, di negara-negara Sungai Mekong dan sekitarnya telah muncul visi pembangunan untuk mencapai kemakmuran bersama, hal ini membuktikan dampak positif mekanisme tersebut. Ia menekankan, Kamboja dan Tiongkok saling membutuhkan dalam mendorong perdamaian dan kemakmuran sub-regional serta memelihara kepentingan bersama. Menghormati kedaulatan masing-masing dan saling tidak mengintervensi merupakan kode etik hubungan internasional. Kamboja dan Tiongkok mempunyai sikap yang sama mengenai hal itu.

Menlu Prak Sokhon mengatakan, proyek awal kerja sama Lancang-Mekong bertujuan untuk secara lebih baik memahami kebutuhan negara-negara di aliran Sungai Mekong, sedangkan Proyek gelombang kedua juga akan dilaksanakan pada waktu yang tepat, sehingga pada akhirnya akan bersinergi dengan Rencana Induk Konektivitas ASEAN 2025 dan inisiatif Satu Sabuk Satu Jala, dalam rangka merealisasi pembangunan Sabuk Pembangunan Ekonomi Lancang-Mekong.

Ia menambahkan, mekanisme kerja sama Lancang-Mekong merupakan mekanisme kerja sama baru dan tidak akan digantikan mekanisme lain. “Kepemimpinan kuat dari pemimpin keenam negara dan dukungan politik merupakan keunggulan mekanisme tersebut. Kerja sama Lancang-Mekong membuat para anggota merasa dirinya adalah tuan rumah, dan ini merupakan prasyarat bagi mekanisme kerja sama Lancang-Mekong untuk merealisasi pembangunan berkesinambungan dalam jangka panjang.” Demikian ditegaskan Menlu Prak Sokhon.

Ia menyatakan pula, Pekan Lancang-Mekong akan memamerkan 16 proyek yang mendatangkan manfaat bagi rakyat Kamboja, termasuk peningkatan taraf kehidupan rakyat, penggalakan pembangunan kapasitas di bidang-bidang pendidikan, kesehatan, pariwisata dan IT, pengembangan kerja sama dan pertukaran agama Buddha, pelestarian kebudayaan, konektivitas penerbangan di kawasan Lancang-Mekong, penyelesaian masalah degradasi lahan, pemanfaatan hutan secara berkelanjutan dan pengelolaan sektor perikanan secara berkelanjutan di kawasan Sungai Mekong.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok