Menlu Kamboja Sebutkan Perdamaian dan Pembangunan sebagai Inti Sari Kerja Sama Lancang-Mekong

2018-03-23 13:59:42

Pada tanggal 10 Januari 2018, pertemuan pemimpin ke-2 Kerja Sama Lancang-Mekong digelar di Phnom Penh, Kamboja. Pertemuan mengambil keputusan untuk menetapkan tanggal pembukaan Pertemuan Perdana Pemimpin Lancang-Mekong, yakni 23 Maret setiap tahunnya sebagai Pekan Kerja Sama Lancang-Mekong. Keputusan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kerja sama masyarakat di enam negara yang dilintasi Sungai Lancang-Mekong.

Belum lama yang lalu, Menteri Urusan Dalam Negeri merangkap Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhon mengatakan kepada wartawan Tiongkok bahwa mekanisme kerja sama Lancang-Mekong berkembang pesat sejak dicetuskan, dan kerja sama tersebut mengandung makna perdamaian dan pembangunan.

Menlu Kamboja Prak Sokhon menyatakan, Pertemuan Pemimpin ke-2 Kerja Sama Lancang-Mekong pada Januari memublikasikan dua dokumen kerja sama yang penting, yaitu Program Aksi Lima Tahun (2018-2022) Kerja Sama Lancang-Mekong serta Deklarasi Phnom Penh. Kedua dokumen tersebut menetapkan visi yang jelas bagi perkembangan kerja sama Lancang-Mekong pada masa mendatang. Prak Sokhon menambahkan, untuk jangka pendek, yakni dari 2018 hingga 2019, kerja sama akan berfokus meletakkan dasar yang kokoh untuk meningkatkan program kerja sama antar sektor, dan mendorong pelaksanaan proyek kerja sama ukuran kecil dan menengah. Untuk jangka menengah yaitu antara 2020 hingga 2022, kita harus mengalihkan target ke bidang kerja sama yang baru agar kerja sama itu dapat diperluas dan ditingkatkan.

Prak Sokhon mengatakan, Kerja Sama Lancang-Mekong akan menyediakan dua manfaat utama. “Makna Kerja Sama Lancang-Mekong adalah perdamaian dan pembangunan. Kami berpendapat bahwa kerangka kerja sama tersebut memiliki dua manfaat utama, yaitu pertama akan memperkecil kesenjangan perkembangan antara negara-negara di daerah aliran Sungai Mekong; dan kedua, akan mempercepat proses pembentukan Masyarakat ASEAN, dan ini adalah alasan mengapa Kerja Sama Lancang-Mekong memusatkan tenaganya dalam peningkatan konektivitas, kerja sama kapasitas produksi, kerja sama ekonomi lintas wilayah, kerja sama sumber daya air, pertanian dan pengentasan kemiskinan, yang merupakan lima bidang prioritas. Hasil-hasil yang dicapai akan bermanfaat bagi perkembangan berkelanjutan kawasan sub-regional,” demikian tutur Prak Sokhon kepada wartawan Tiongkok menjelang tibanya Pekan Kerja Sama Lancang-Mekong.

Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok