Sidang KRN dan MPPR Tiongkok Di Mata Sarjana Indonesia

2018-03-06 10:56:34

Sidang pertama Kongres Rakyat Nasional (KRN) ke-13 Tiongkok kemarin (5/3) dibuka di Balai Agung Rakyat Beijing. Perdana Menteri Li Keqiang dalam laporan pekerjaan pemerintah menyimpulkan keberhasilan yang dicapai selama 5 tahun yang lalu, sementara merumuskan rancangan untuk pekerjaan pemerintah selanjutnya. Setelah mendengar laporan Perdana Menteri Li Keqiang, para sarjana Indonesia menyatakan, perkembangan Tiongkok selama 5 tahun yang silam telah mengundang perhatian dunia, proposal “satu sabuk satu jalan” diharapkan dapat mendorong kerja sama internasional, termasuk Indonesia di atas dasar saling menguntungkan dan menang bersama.

Redaktur senior majalah Tempo, Nur Haryanto menyatakan, yang paling menarik perhatian ialah perkembangan Tiongkok di bidang energi baru. Pemerintah Tiongkok berupaya mengatasi polusi lingkungan, menaruh perhatian sepenuhnya terhadap perkembangan berkelanjutan, oleh karena itu dengan sekuat tenaga mengembangkan energi bersih selama tahun-tahun belakangan ini. Kini, otomotif energi baru, industri papan surya, pembangkitan listrik tenaga angin serta berbagai bidang energi bersih telah berkembang dengan menempati urutan terdepan di dunia.

Inspektur Jenderal Radio Elshinta untuk media baru, Mario Vau menyatakan, sidang KRN dan MPPR Tiongkok sangat penting tidak saja bagi Tiongkok sendiri, tetapi juga secara tak langsung mempengaruhi Indonesia serta negara-negara di kawasannya. Karena perkembangan Tiongkok pasti mendorong perkembangan bersama negara-negara lainnya di kawasan tersebut. Yang menyenangkan ialah negara-negara tetangga, termasuk Indonesia telah mengadakan kerja sama yang saling menguntungkan dan menang bersama berkat Tiongkok mempertahankan kebijakan pokok keterbukaan selama 5 tahun yang lalu serta di bawah dorongan proposal “satu sabuk satu jalan” dan dukungan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB).

Ketua Umum Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia, Titi Raharjanti menyatakan, Indonesia perlu mengambil pengalaman dari Tiongkok, bekerja sama erat dengan Tiongkok, mengikuti lokomotif perkembangan ekonomi dunia, dengan aktif berpartisipasi dalam pembangunan “satu sabuk satu jalan”, untuk selanjutnya mengembangkan ekonomi Indonesia sendiri.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok