Investasi Asing Langsung di Indonesia Naik Drastis

2018-02-28 13:04:27

Menurut data yang diumumkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), jumlah investasi asing langsung yang berhasil diserap Indonesia pada tahun 2017 sebesar 32,34 miliar dolar AS dolar Amerika, atau naik 8,5 persen dibandingkan tahun 2016. Angka tersebut tidak termasuk investasi di sektor migas. Singapura, Jepang dan Tiongkok tercatat sebagai tiga negara yang memberi kontribusi terbesar bagi investasi asing di Indonesia. Sementara itu, sektor investasi yang paling banyak diincar investor asing adalah sektor pertambangan, permesinan, elektronik, properti industri dan farmasi. Pada triwulan ke-4 2017 Indonesia berhasil menyerap investasi asing langsung sebesar 8,36 miliar dolar AS, atau naik 10,6 persen dibandingkan masa sama tahun 2016.

Selama beberapa tahun ini, pasar investasi Indonesia khususnya investasi asing langsung semakin membaik dan stabil. Menurut data Bank Dunia, tingkat kemudahan berinvestasi di Indonesia pada tahun 2017 naik 19 peringkat menjadi posisi 72 dari 190 negara yang disurvei. Dikarenakan beberapa faktor seperti pengetatan defisit, penurunan pinjaman pemerintah dan kestabilan pertumbuhan ekonomi, maka perusahaan pemeringkat terkenal dunia Standard & Poor's dan Fitch Ratings bersama-sama menyatakan akan menaikkan peringkat kredit negara Indonesia menjadi layak investasi (investment grade) dan BBB. Tiga lembaga pemeringkat internasional menyatakan, kalau Indonesia berhasil mencapai kemajuan dalam upaya menurunkan dampak risiko eksternal dan mengintensifikan reformasi struktur dan sistem, maka mereka akan mempertimbangkan untuk menaikkan peringkat kredit negara Indonesia. Semua ini merupakan pengakuan pasar internasional terhadap perbaikan ekonomi Indonesia, sekaligus pengakuan yang diberikan para investor terhadap pemerintah Joko Widodo yang terus mendorong reformasi ekonomi di tengah pergolakan dan rehabilitasi ekonomi global

Akan tetapi, kemajuan yang dicapai investasi asing Indonesia belum memenuhi tuntutan pemerintah Joko Widodo. Presiden Joko Widodo berkali-kali mengkritik Kabinet dan kepala pemerintah daerah yang dianggap kurang maksimal dalam mengupayakan target investasi. Berkenaan itu, Ketua BKPM berpendapat bahwa Indonesia tetap perlu terus memperbaiki iklim invetasi agar memiliki keunggulan dalam persaingan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Vietnam dan Thailand. Misalnya, peraturan untuk investasi invetasi masih sangat rumit jika dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, sehingga investor merasa bingung dan gelisah. Oleh karena itu, masalah seperti birokrasi dan kerap berubahnya kebijakan harus dihapuskan demi memperbesar penyerapan investasi.

Menurut keterangan, para investor asing secara umum berpendapat bahwa Indonesia masih melakukan upaya lebih untuk memperbaiki iklim bisnis dan menyederhanakan prosedur investasi.


Kalender

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok